Bank Sampah dan Rumah Cacing Jadi Percontohan Kampung Pancasila

Bank Sampah dan Rumah Cacing Jadi Percontohan Kampung Pancasila
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menjadikan Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri di Jalan Tembok Lor I No.23, RW 3 Kecamatan Bubutan, sebagai percontohan Kampung Pancasila.

SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menjadikan Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri di Jalan Tembok Lor I No.23, RW 3 Kecamatan Bubutan, sebagai percontohan Kampung Pancasila.

Saat meresmikan rumah bank sampah tersebut, Eri menyampaikan apresiasinya kepada warga Tembok Lor I yang telah membuat pengolahan sampah rumah tangga secara mandiri di perkampungan.

Dia mengatakan, Rumah Bank Sampah dan Rumah Cacing Puspa Mandiri ini, akan dijadikan percontohan Kampung Pancasila ke depannya. Tidak hanya dijadikan percontohan, Pemkot Surabaya juga akan memberikan pendampingan kepada warga Jalan Tembok Lor I.

“Di RW 3 ini sangat luar biasa, dan Pak RW yang juga sebagai kader lingkungan sudah mengajak masyarakat untuk memilah sampah. Dari pilah sampah tadi, dimasukkan ke dalam bank sampah, dan ini akan terus berlanjut,” katanya.

Eri menyampaikan, pemilahan sampah mandiri di Jalan Tembok Lor I RW 3 ini, akan didampingi oleh Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Kampung Pancasila masing-masing kelurahan serta Komunitas Nol Sampah. Selain itu, pemkot juga akan memfasilitasi satu Komposter Sampah di setiap RW pada tahun 2026.

“Kampung ini menjadi kampung percontohan pengolahan sampah. Jika kampung-kampung lainnya ingin tahu cara memilah sampah, ada bank sampah dan salah satunya ada di sini,” ujarnya.

Dijelaskan pula, hasil dari bank sampah ini nantinya bisa dijual oleh warga di bank sampah kota yang ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.

“Jadi saya mengatakan, bahwa dari dulu sampah itu tidak semuanya harus dihancurkan, tapi bisa juga dipilah dan itu bisa untuk menghasilkan uang. Dan apa kalau keuntungan memilah, maka setelah dipilah yang tidak bisa diproses diproses nanti menjadi kompos, maka jumlah yang akan dibawa ke TPA Benowo juga jumlahnya semakin berkurang,” katanya.

Eri berharap, semakin banyak kampung yang melakukan pemilahan sampah secara mandiri, secara otomatis akan menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, juga akan mengurangi beban tumpukan sampah yang dibuang ke TPA Benowo ke depannya.

Editor: Wetly