Aksi Demo Grahadi Ricuh, Pengamanan Sebut Kapolda Sesuai SOP

Aksi Demo Grahadi Ricuh, Pengamanan Sebut Kapolda Sesuai SOP
Tewasnya driver ojol online (ojol) Affan Kurniawan di Jakarta, memantik aksi solidaritas di Kota Surabaya, Jumat (29/8/2015) siang hingga malam.

SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Tewasnya driver ojol online (ojol) Affan Kurniawan di Jakarta, memantik aksi solidaritas di Kota Surabaya, Jumat (29/8/2015) siang hingga malam. Massa yang berpakaian serba hitam, ada juga beratribut ojol, menggelar demo di depan Gedung Negara Grahadi.

Di tengah jalannya orasi, tetiba ada pendemo melempari gedung Grahadi dengan batu dan botol mineral. Ada pula yang melempar petasan hingga membakar motor yang terparkir di halaman Grahadi. Hingga akhirnya, aksi solidaritas untuk Affan itu berujung ricuh. Pagar gedung Grahadi berhasil didobrak pendemo, dan 12 sepeda motor yang terkena lemparan kembang api, terbakar. Asap hitam pun membumbung.

Suasana jadi memanas. Polisi berusaha untuk menenangkan dan meredam emosi massa, mengingatkan agar tidak melakukan aksi anarkis, tidak terprovokasi, dan menghentikan aksi. Karena suasana tak lagi kondusif, polisi akhirnya menyemprotkan water cannon agar massa mau mundur.

Polisi juga menembakkan gas air mata di saat massa yang juga melempari ke arah petugas yang membentuk barikade, dan dengan kendaraan taktis terus maju ke arah massa aksi. Massa ‘Aksi Solidaritas Darurat Kekerasan Aparat’ itu akhirnya berhamburan di sekitar Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Jl Panglima Sudirman, hingga ke Jl Pemuda. Aparat kepolisian terus berusaha meredam situasi agar tidak semakin memanas.

Terpisah, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan bahwa pengamanan aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi, sudah sesuai SOP (Standard Operating Procedure) atau petunjuk operasional standar. Dan SOP tersebut wajib untuk dipatuhi.

Editor: Wetly