Aksi Demo Grahadi Ricuh, Pengamanan Sebut Kapolda Sesuai SOP

Aksi Demo Grahadi Ricuh, Pengamanan Sebut Kapolda Sesuai SOP
Tewasnya driver ojol online (ojol) Affan Kurniawan di Jakarta, memantik aksi solidaritas di Kota Surabaya, Jumat (29/8/2015) siang hingga malam.

“Pengamanan itu pertama simpatik dulu, imbauan. Kita bertahan dan barikade. Tadi kita lihat kawat-kawat pembatas dirusak. Itu di Grahadi, loh. Simbol kebesaran Provinsi Jatim,” kata Nanang di Mapolda Jatim, Jumat (29/8/2025).

Tidak hanya itu, lanjut Irjen Pol Nanang, massa malah lebih keras terhadap aparat kepolisian. Imbauan pun diabaikan. Akhirnya, aparat berlanjut ke tahap pengamanan kedua, yakni menembakkan meriam air.

“Kemudian baru penyemprotan air. Ya mungkin karena panas disemprot malah senang, kemudian mulai pembakaran fasilitas, CCTV, sampai-sampai paving dipakai untuk melempar dan kendaraan bermotor dibakar, sudah kita ingatkan,” ujarnya.

Sesuai surat pemberitahuan, Nanang menyebut aksi selesai jam 18.00 WIB. Namun, mendekati jam tersebut, massa tetap bertahan dan tidak membubarkan diri. Aparat pun mencoba menyemprotkan meriam air sekali lagi.

“Kita menggunakan aturan yang ada. Aturannya menggunakan apa? Gas air mata. Tidak ada kami menggunakan senjata, apalagi peluru karet, nggak, kita menggunakan itu (gas air mata), supaya paling tidak (massa mau) minggir,” tandasnya. (*)

Editor: Wetly