SPPG di Mojokerto Dihentikan Sementara Imbas Dugaan Keracunan Ratusan Siswa Penerima MBG

SPPG di Mojokerto Dihentikan Sementara Imbas Dugaan Keracunan Ratusan Siswa Penerima MBG
Dapur SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kec. Kutorejo, Kab. Mojokerto yang dihentikan sementara untuk operasional pelayanan MBG.

Dipastikan bila hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian oleh SPPG, maka bisa dikenakan berbagai bentuk sanksi, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana. “Kalau terbukti tidak sesuai aturan pasti kita tutup. (Kalau ada unsur pidana?) Bisa, kalau hasil laboratorium merujuk SDM-nya dan ada temuan serta bukti, bisa kita proses (pidana),” pungkasnya.

Secara terpisah, Kadinkes Kab. Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati menyampaikan pihaknya telah mengambil langkah dengan melakukan perawatan di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit yang dekat dengan lokasi sekolahan/ponpes., sekaligus melakukan pendataan korban.

Selanjutnya petugas dari Dinkes Kab, Mojokerto melakukan pengambilan sampel menu soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 untuk dilakukan pemeriksaan tim Labkesda Kabupaten Mojokerto.

“Untuk hasil uji laboraturium baru bisa kami keluarkan hari Rabu (14/1) atau Kamis (15/1/2026) pagi. Sampel makanannya dari bank sampel SPPG yang sudah disisihkan,”jelas Kadinkes. Kab. Mojokerto Dyan Anggrahini, dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Dijelaskan sebelumnya, ratusan santri dan siswa mengalami keracunan diduga usai menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto.

MBG menu soto ayam tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri di wilayah Kec. Kutorejo Kab. Mojokerto. Gejala klinis keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada malam dan pagi harinya. Penerima MBG tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare.

Dijelaskan data yang diperoleh Dinkes Kabupaten Mojokerto jumlah korban yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis mencapai 261 anak. 112 anak di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Sedangkan 140 anak sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan dan 9 anak dirawat di Posko Ponpes An Nur Desa Desa Singowangi.

Sedangkan fasilitas kesehatan yang merawat korban keracunan MBG massal ini antara lain Sejumlah Puskesmas baik Kutorejo, Dlanggu dan Pacet. Jugaraway di RSUD Prof dr Soekandar, RSI Arofah, RS Sumberglagah, RS Mawaddah Medika serta RS Kartini.(*)

Penulis: Gatot Sugianto