Prestasi Olahraga Jatim dan DKI di PON Beda Tipis, Tapi Dukungan Finansial Jomplang, Ada Apa dengan Pemprov Jatim?

Prestasi Olahraga Jatim dan DKI di PON Beda Tipis, Tapi Dukungan Finansial Jomplang, Ada Apa dengan Pemprov Jatim?
Anggota Banggar DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpuko

Surabaya (Wartatransparansi.com) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur menyoroti ketimpangan antara besarnya fasilitas dan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta dengan capaian prestasi olahraga yang dinilai belum sebanding. Hal ini terungkap usai Banggar DPRD Jatim melakukan sharing session ke KONI serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, baru-baru ini.

Anggota Banggar DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko, mengaku terkejut melihat kelengkapan fasilitas yang dimiliki KONI DKI Jakarta. Mulai dari ruang latihan modern, peralatan gym lengkap, layanan medis seperti dokter umum, dokter gigi dan fisioterapis, hingga fasilitas pendukung atlet lainnya.

“Fasilitasnya luar biasa lengkap dan modern. Tapi secara prestasi di setiap PON, DKI Jakarta memang lebih baik dibanding Jatim, tapi sebetulnya tidak terpaut jauh dengan Jatim. Bahkan mereka masih tertinggal dibanding Jawa Barat. Meski kami paham hal itu disebabkan oleh kultur Jakarta sebagai kota metropolitan, yang membuat mereka sulit mencari bibit atlet. Tapi perbedaan anggaran yang sangat siginifikan tentu akan kita bahas lagi,” ujar Dewanti.

Tak hanya unggul fasilitas, KONI DKI Jakarta juga menerima anggaran hibah yang jauh lebih besar dibanding Jawa Timur. Pada 2025 lalu, KONI DKI memperoleh hibah sebesar Rp115 miliar, sedangkan KONI Jatim hanya sekitar Rp75 miliar, itu pun masih terpotong Rp2 miliar untuk Porprov IX/2025 di Malang Raya. Ketimpangan itu makin lebar pada 2026, di mana KONI DKI mendapatkan Rp105 miliar, sementara KONI Jatim hanya Rp30 miliar.

Padahal, dari sisi kontribusi atlet ke level internasional pun, Jawa Timur menunjukkan performa lebih baik. Pada SEA Games 2026 Thailand, Jatim yang diwakili oleh 131 atlet menyumbangkan 31 medali emas untuk kontingen Indonesia, sedangkan DKI Jakarta hanya 25 emas. Capaian Jatim tersebut nyaris setara dengan Jawa Barat yang meraih 34 medali emas dengan jumlah atlet mencapai 215 orang.

Efektivitas dan raihan prestasi Jawa Timur juga terlihat jelas pada PON Bela Diri 2025 di Kudus. Dengan hanya mengirim 79 atlet, kontingen Jatim berhasil meraih 25 medali, terdiri dari 13 emas, 7 perak, dan 4 perunggu. Capaian ini terbilang luar biasa mengingat dari 10 cabang olahraga dan 225 nomor pertandingan, Jawa Timur tidak mengikuti seluruh nomor.

Di sejumlah cabang olahraga, partisipasi atlet Jatim sangat terbatas. Seperti cabor Sambo yang memperebutkan 32 medali emas, Jatim hanya mengirimkan satu atlet. Hal serupa terjadi di Kempo yang menyediakan 28 medali emas, namun Jatim juga hanya mengirim satu atlet. Meski demikian, Jawa Timur tetap mampu bersaing dan bahkan tampil sebagai juara umum di tiga cabang olahraga, yakni gulat, ju jitsu, dan wushu.