JEMBER, Wartatransparansi com – Proyek Dam Pelimpah di Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember ambrol sebelum serah terima. Salah satu warga setempat bernama FH, mengaku sangat meyayangkan proyek tersebut dimana kualitas bangunannya kurang baik. “Ini sangat berbahaya,” ujar FH di Jember, Minggu (11/01/2026)
Dari gambar yang di kirim FH tampak bagian bangunan di atas ambrol cukup parah.
Menurut data yang di kirim FH sesuai papan informasi, proyek, tersebut bernomor ontrak 000.3.3/1.01.0106/1981/104.6.07/2025 dengan nilai anggaran Rp15.541.730.272,00, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025.
Proyek tersebut di ketahui berada di bawah naungan Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, dengan Konsultan supervisi PT Kencana Adya Daniswara.
Menurut FH proyek dengan nama Bangunan Dam Pelimpah Sungai Tanggul di Kabupaten Jember dilaporkan ambruk sebelum dilakukan serah terima kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, proyek
tersebut dikerjakan oleh PT Rajendra Pratama Jaya
Guna mencari kebenaran informasi tersebut media ini menghubungi salah satu punggawa di UPT SDA Rovinsi Jawa Timur wilayah Jember -Lumajang Prabowo
Menurut keterangan Prabowo yang menjadi dasar ambrol proyek tersebut akibat terjadi skoring dasar sungai akibat debit air yang sangat tinggi, jelasnya lewati chat WhatsApp.
Di konfirmasi seputar fungsi pengawasan terhadap proyek tersebut oleh dinas terkait, Prabowo menjelaskan bahwa untuk pengawasan sudah ada konsultan pengawas dan ada direksi tehnis.
“Dan untuk melakukan penelitian Dinas sudah turunkan team independen dari ITS dan Inspektorat juga sudah turun,” pungkasnya
Sedangkan dari data yang berhasil di himpun lokasi proyek berada di Jalan Lintas Selatan Lumajang–Jember, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.
Berdasarkan papan nama yang ada, proyek tersebut di aliran sungai Tanggul dikelola oleh UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bondo Yudo Baru Lumajang, beralamat di Jalan Sultan Agung Nomor 3, Lumajang. (sug/min)





