Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

*Tema Inklusif dan Berkelanjutan*

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.

Penilaian difokuskan pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampak program bagi masyarakat lokal, nasional, hingga global.

*Kategori Baru: Wartawan dan Komunitas*

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, AK PWI Pusat menambahkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas”. Kategori ini ditujukan bagi insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan berdampak luas.

Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Dewan Juri telah menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yaitu:

– Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), mantan wartawan Bisnis Indonesia dan Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia, penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
– Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.
– Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional, turut memperjuangkan pengakuan Panji sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Ketiganya juga akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten. (*)