“Bu Nyai Solichah Wahid itu di mana-mana selalu berpesan jaga keluargamu, jaga keluargamu, jaga keluargamu. Tahun 1953 saat Kongres Muslimat meminta cabang-cabang Muslimat NU Supaya mendirikan Klinik Ibu dan Anak atau BKIA,” terangnya.
“Waktu itu BKIA, berkembang jadi Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA sebelum menjadi RSI seperti sekarang,” lanjut Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mengenang amanat Nyai Solichah Wahid kepadanya untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Beliau selalu mengatakan, “Nak Khofifah, UU ini tolong disosialisasikan bagaimana sesungguhnya membangun keluarga yang sejahtera, keluarga yang maslahah.” Karena insya Allah dalam maslahah itu ada sakinah, mawadah, warahmah. Maka, terminologi PBNU tentang Keluarga Maslahah sebenarnya adalah konsep dari Muslimat NU,” ungkapnya.
Dalam konsep tersebut, lanjut Khofifah, terdapat nilai co-parenting dan musyawarah dalam keluarga, sehingga tercipta relasi suami-istri yang saling menguatkan sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Gubernur Khofifah berharap RSI Masyithoh Bangil terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Allah anugerahkan kita semua putra-putri yang soleh-soleha, manfaat, dan barokah. Dan semoga kita terus bisa memberikan lainan terbaik dan terus memberikan penyemayan kemanfaatan bagi masyarakat. Terus sukses, seluruh timnya solid,” pungkasnya. (*)





