Stok Melimpah, Pemkot Surabaya Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Aman

Stok Melimpah, Pemkot Surabaya Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Aman
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, memastikan harga bahan kebutuhan pokok aman dan stok melimpah, menjelang akhir tahun 2025.

SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, memastikan harga bahan kebutuhan pokok aman dan stok melimpah, menjelang akhir tahun 2025.

“Ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Surabaya masih melimpah.
Selain itu, sejumlah harga kebutuhan pokok masih tergolong stabil saat menjelang natal dan tahun baru (Nataru),” kata Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti.

Meskipun stabil, aambungbya, masih ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

“Jadi tidak terjadi kenaikan yang signifikan, tapi ada beberapa komoditas yang memang mengalami kenaikan. Misalnyayang naik agak lumayan adalah cabai rawit. Kebaikan harga cabai tidak hanya di Surabaya, tapi juga di hampir seluruh Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.

Antiek menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun oleh DKPP Kota Surabaya per 10 Desember 2025, harga cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram. Padahal, harga cabai rawit sebelumnya di kisaran Rp42 ribu hingga Rp46 ribu per kilogram pada 30 November 2025.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan petani di berbagai daerah mengalami gagal panen.

“Di beberapa daerah itu ada yang sampai Rp100 ribu per kilogram. Karena cuaca ya, itu salah satu faktornya, sehingga menyebabkan gagal panen dan kerusakan,” jelasannya.

Sementara itu, harga cabai merah besar masih tergolong stabil, meskipun sempat mengalami fluktuatif di beberapa pekan terakhir.

“Ini (cabai merah besar) agak ada kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi, tidak terlalu signifikan ya. Harganya, naiknya hanya sekitar dari Rp44 ribu, Rp46 ribu, Rp47 ribu, hingga Rp48 ribu. Jadi Rp2.000 sampai Rp3.000 kenaikannya,” paparnya.

Meskipun harga cabai rawit sempat melonjak, DKPP Kota Surabaya telah menyiapkan formula untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya, yakni melakukan pembagian bibit cabai rawit kepada kelompok tani (poktan), komunitas, dan masyarakat di Kota Surabaya.

Editor: Wetly