JEMBER, WartaTransparansi.com – Rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli menjadi fokus kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, ke Kabupaten Jember. Bersama Bupati Jember Gus Fawait, pembahasan dilakukan terkait urgensi, desain, hingga skema pelaksanaan proyek strategis tersebut.
Flyover sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer itu direncanakan menghubungkan kawasan Mangli menuju pusat kota Jember. Estimasi anggaran berada pada kisaran Rp700–800 miliar. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap persiapan.
Menteri PU menyampaikan, secara teknis simpang Mangli masih dapat dikelola melalui manajemen lalu lintas. Namun, proyeksi pertumbuhan kawasan dan arah industrialisasi Jember menjadi pertimbangan utama perlunya infrastruktur jangka panjang.
“Kalau dibangun, sebaiknya empat jalur agar 20 tahun ke depan masih aman. Kalau hanya dua jalur, lima tahun bisa penuh lagi. Kemacetan di flyover jauh lebih berbahaya dibandingkan di jalan biasa,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan lahan menjadi prasyarat utama agar proyek dapat segera direalisasikan. Pemerintah pusat menargetkan kick-off pembangunan pada 2026 dengan estimasi pengerjaan sekitar tiga tahun. Namun, sesuai permintaan Bupati Jember, dua jalur awal diupayakan rampung lebih cepat.
Sementara itu, Gus Fawait menilai pembangunan flyover Mangli sebagai langkah strategis membuka ruang investasi. Menurutnya, kemacetan yang hampir terjadi setiap hari di simpang tersebut berpotensi menghambat minat investor.
“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Industrialisasi membutuhkan infrastruktur yang memadai. Kita ingin Jember lebih maju, dan itu harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan flyover bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kesiapan Jember menatap masa depan sebagai daerah terbuka bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, pembangunan flyover Mangli diharapkan menjadi tonggak transformasi infrastruktur Jember, mengurai kemacetan, sekaligus menyiapkan jalur pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (*)





