Sabtu, 15 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKurang Puas Penataan Kota Lama, Eri Minta Perbaikan

    Kurang Puas Penataan Kota Lama, Eri Minta Perbaikan

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi kurang puas terhadap progres pembangunan dan penataan kawasan Kota Lama Surabaya. Dia pun meminta untuk dilakukan perbaikan dan sudah harus selesai sebelum tanggal 31 Mei 2024.

    Saat melakukan sidak, Eri menemukan ada beberapa titik yang perlu perbaikan, dan penambahan material. Seperti di pedestrian Jalan Rajawali, di depan Hotel Arcadia. Juga penataan batu alam di pedestrian dan penambahan tanaman.

    “Progresnya sudah sesuai perencanaan, tapi saya minta beberapa ada yang perlu diperbaiki, saya minta untuk dibongkar, karena ada yang kurang pas. Termasuk penataan tanaman, juga terkait dengan pemasangan batu alamnya, jadi ada yang kurang pas, jadi saya minta agar di-stamper lagi agar rata,” tandas Eri, Kamis (16/5/2024).

    Tidak hanya itu, Eri juga ingin, di zona Eropa, Kota Lama dilakukan penambahan penerangan jalan umum (PJU). Penambahan PJU tersebut bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki dan pengunjung Kota Lama.

    “Karena ini nanti (rutenya) akan memutar Bank Mandiri, sehingga di situ harus ada lampu yang lebih terang dan pembangunan juga harus lebih rata, tidak boleh lagi ada yang seperti tadi,” tegasnya.

    Baca juga :  1 Rumah 1 Sarjana, Pengamat: Keseriusan Pemkot Surabaya Bantu Peningkatan Kualitas SDM

    Selain soal PJU, dia juga meminta kepada jajarannya segera merapikan utilitas listrik yang menjuntai hingga ke bawah pedestrian. Tentu hal itu akan membahayakan pejalan kaki, jika tidak segera dilakukan perbaikan.

    Eri juga meminta kepada jajarannya di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk segera merapikan ducting. “Jadi ada penurunan kabel itu direncanakan tanggal 16, saya bilang, kalau ini terlambat bisa kacau ini. Maka dari itu ini (kabel) harus diturunkan semua kabelnya, karena sudah mulai ada pembongkaran dari PLN, sehingga nanti tanggal 16-17 sudah bisa masuk (ke dalam ducting),” paparnya.

    Dia menjelaskan, jika seluruh utilitas itu sudah bisa masuk ke dalam ducting, maka harus dilakukan pengaspalan ulang. Menurut dia, pengaspalan ulang di Jalan Rajawali cukup sulit, sebabnya terdapat rel trem yang terpendam sejak zaman kolonial Belanda.

    Jika tidak dilakukan secara jeli, maka pengaspalan jalan di kawasan tersebut akan tidak rata, karena terganjal bekas jalur rel trem. “Ya sudah diaspal, setelah selesai dicor dahulu, baru diaspal jalannya untuk dikembalikan, kemudian ducting tadi untuk tempat masuknya kabel,” ujarnya.

    Bukan hanya zona Eropa yang dikebut pengerjaanya, Eri juga meminta kepada jajarannya untuk segera menuntaskan penataan zona Pecinan, di Jalan Kembang Jepun, Kya-Kya. Penataan itu di antaranya, pemasangan tulisan aksara Tiongkok dan perbaikan pedestriannya agar lebih nyaman lagi.

    Baca juga :  Satpol PP Eksekusi Paksa 14 Tiang Provider di Jalan Karet  

    “Karena tulisannya harus terpasang semua ya, insya Allah di akhir Mei, sekitar tanggal 26-27 baru terpasang. Sekarang perbaikan pedestrian juga di sana (Pecinan, Kya-Kya), karena kalau saya buat jalan kurang nyaman berarti harus ada perbaikan terkait dengan ratanya batu alam,” tuturnya.

    Eri pun optimistis, pengerjaan kawasan Kota Lama tuntas sebelum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada 31 Mei 2024 mendatang. “Target sebelum 31 Mei, minggu depan kita lihat kembali ke lokasi ini tadi untuk memastikan apakah sudah ada perbaikan-perbaikan tadi,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menjelaskan, Wali Kota Eri ingin penanaman pohon harus diberi jarak yang sama. Selain itu, Eri ingin identitas Kota Lama ditonjolkan mengelilingi sekitar Gedung Internatio hingga Gedung Cerutu.

    “Kemudian pagar di bangunan baru juga menyesuaikan dengan yang Kota Lama. Yang terpenting itu utilitas harus sudah masuk semua ke ducting-nya, kemudian ciri batu alam dan PJU-nya harus terang,” sebut Irvan.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Lelang 887 Unit Kendaraan Operasional

    Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru menambahkan, jumlah PJU yang akan ditambah di kawasan Kota Lama masih akan disesuaikan kembali. Nantinya, lanjut Tundjung, Dishub Surabaya akan menyesuaikan PJU baru di antara PJU yang telah ada di Jalan Rajawali.

    Tundjung menerangkan, penambahan PJU di area Gedung Internatio akan dilakukan sesegera mungkin. Untuk saat ini, ia mengaku, masih menunggu DSDABM Surabaya menuntaskan pengerjaan pondasi.

    “Nanti akan kita sisipi tengahnya, agar pejalan kaki aman dan terang. Kemudian di bagian ini (samping Gedung Internatio) kita beri dua lampu sorot kiri kanan ada, jadi ada empat. Lampunya sudah siap, tinggal pasang saja, harapannya bisa mengcover area yang ada di sini,” tukasnya.

    Diketahui, wisata heritage di kawasan Kota Lama itu terbagi menjadi empat zona, yakni zona Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, yang dulunya menjadi pusat perekonomian. Banyak toko-toko yang didirikan oleh etnis Tionghoa di sepanjang Jalan Kya-Kya Kembang Jepun, serta banyak saudagar dari Arab dari negara timur yang berdagang di kawasan ini. Sedangkan di zona Eropa menjadi pusat kota di zaman pemerintahan kolonial Belanda. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan