Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMalangLaki-laki Muslim Menikah, Separoh Masuk Surga

    Laki-laki Muslim Menikah, Separoh Masuk Surga

    MALANG (WartaTransparansi.com) – Salah satu hikmah dari khotbah nikah Ali bin Husni Ali Bahanan dengan Zulfa binti Djamal Abd Naser Ba’amir, di Cemara Ballroom Jl Raya Karanglo No 84 Malang. Ustad Nadzir ba Said menyampaikan bahwa laki-laki muslim setelah menikah, maka separohnya dari dirinya masuk surga.

    Menurut Ustad Nadzir, Kamis (28/12/2023), bahwa undangan pernikahan adalah memenuhi hak muslim sesama muslim.

    Ustad Nadzir menjelaskan, Allah SWT memberikan barokah dan perjalanan pernikahan yang diridloi Allah SWT.

    “Pernikahan tujuannya ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah
    “Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah,” katanya

    Laki-laki Muslim Menikah, Separoh Masuk Surga

    Selain itu, lanjut dia,
    pernikahan bersama isteri adalah jalan melangkah menuju surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Baca juga :  Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar Diresmikan, Menko Muhadjir: Bergegaslah Membangun Impian yang Lebih Besar

    “Rasulullah berada bahwa kalau seorang laki laki muslim menikah, maka separoh agamanya sempurna. Berarti separohnya menuju surga,” ujarnya.

    Guna memenuhi separoh lagi, kata dia, mempelai pria dan wanita bertakwalah pada separuhnya lagi.
    “Barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan, maka lakukan persiapan persiapan dengan bekal,” pesannya.

    Ustad Nadzir menegaskan bahwa sebaik baiknya bekal adalah taqwallah, sampai pada saat mati dipanggil dalam keadaan Islam. Sehingga sempurna menuju surga. Salah satunya ialah lebih banyak bersyukur dan jauh dari kufur kepada Allah SWT.

    Pernikahan, lanjut dia, adalah amanah sekaligus tanggung jawab. Bahkan yang haram karena diucapkan dengan disaksikan Allah SWT dan malaikat. Sehingga yang tadinya haram karena “misaqon gholidho” menjadi halal. Sebaliknya kalau talak justru menguncang Arsy.

    Baca juga :  Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar Diresmikan, Menko Muhadjir: Bergegaslah Membangun Impian yang Lebih Besar

    Kedua, menurut Ustad Nazir, adalah bekal ilmu. Sebab memasuki gerbang pernikahan memahami dengan ilmu.

    Ia menjelaskan, seseorang memasuki ibadah yang begitu panjang, maka banyak kewajiban yang wajib dipahami dan diperdalam.

    Pergauli Isteri dengan Ma’ruf

    Ditegaskan Ustad Nadzir, bahwa menggauli isteri itu harus dengan cara yang makruf. Mengingatkan dua keluarga sekaligus, supaya saling kenal serta memahami kebiasaan masing-masing, untuk disatukan dan disamakan.

    Setelah dipergauli dengan baik, lanjut dia, maka harus
    ta’aruf (saling mengenal), kemudian tafahum (saling memahami), disempurnakan dengan taatuf (saling lemah lembut) supaya tidak salah paham. Juga melengkapi dengan takaful (bisa saling memikul beban bersama sama)

    Menukil cerita Oqil bin Abi Thalib, menyatakan bahwa Rasulullah SAW sudah mengajarkan doa, supaya Allah SWT terus mencurahkan barokah sepanjang perjalanan.

    Baca juga :  Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar Diresmikan, Menko Muhadjir: Bergegaslah Membangun Impian yang Lebih Besar

    Selanjutnya, kata Nadzir, melaksanakan kehidupan dengan Qowam (memimpin, nafaqoh dari harta yang halal), karena qowam adalah keadilan dari Allah SWT.

    Kemudian, lanjut Ustad Nadzir, terus menerus memohon. Misalnya memohon, “Berikan saya qowam untuk menjaga keluarga”

    Suami, kata dia. juga harus menciptakan tarbiyah (pendidikan) dalam rumah tangganya. Supaya selalu terjaga semu barokah dari Allah SWT. (*)

    Reporter : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan