Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaMuhammadiyah Jatim Ikutan Tolak Timnas Israel U-20

    Muhammadiyah Jatim Ikutan Tolak Timnas Israel U-20

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Aksi penolakan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 di Indonesia makin meluas. Kali ini, aksi penolakan datang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

    “Sikap kami menolak kedatangan Israel di even Piala Dunia U-20 di Indonesia,” tegas Ketua PWM Jatim Sukadiono kepada wartawan di Kantor PWM Jatim, Jumat (24/3/2023).

    Ada tiga alasan mengapa penolakan terhadap Israel harus didukung. Pertama, Suko menyebut adalah alasan historis sejarah Israel adalah sejarah penjajahan atas tanah Palestina.

    Hal tersebut, dianggap berdampak pada hancurnya perekonomian negara, habisnya harta maupun benda masyarakat maupun negara, timbulnya banyak perselisihan antar umat beragama. Ironinya adalah hilangnya banyak nyawa.

    Baca juga :  Pemkot Ingin Revitalisasi Eks THR-TRS Terintegrasi Hi-Tech Mall

    “Kita semua tahu yang namanya Israel adalah sebuah negara yang cukup lama menjajah tanah rakyat Palestina. Jika seandainya pemerintah mentolerir kedatangan tim sepak bola Israel di Indonesia, tentu hal tersebut adalah pengkhianatan terhadap konstitusi,” jelasnya.

    Alasan kedua adalah kemanusiaan. Penjajahan bertahun yang dilakukan oleh Israel tentu menciderai nalar kemanusiaan.

    Ia menyebut apa yang dialami Palestina adalah bukti kejadian yang merusak dan menginjak kemanusiaan. Padahal, dunia tengah berada pada masa penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM)

    “Atas nama kemanusiaan, kita harus mengambil langkah tegas terhadap Israel. Gencarkan kebijakan-kebijakan untuk kebebasan dan kemerdekaan Palestina, dengan tujuan agar tidak ada lagi penjajahan dan kolonialisme yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan demi kedamaian dan ketentraman dunia,” paparnya.

    Baca juga :  Kota Lama Surabaya akan Diresmikan 23 Juni 2024, Zona Arab Menyusul

    Ketiga adalah tidak ada hubungan diplomatik. Suko menyebut, hal tersebut dijelaskan dalam pembukaan konstitusi Indonesia yang tertera kalimat “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”.

    Karena itu, sebelum Palestina merdeka tidak mungkin bagi Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel yang menjajah bangsa Palestina.

    “Saya yakin masyarakat Indonesia masih bersimpati dan memiliki solidaritas tinggi terhadap bangsa Palestina yang ditindas oleh Israel, baik karena alasan solidaritas agama maupun perikemanusiaan,” tutur Suko. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan