Sabtu, 22 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiPetugas Lapas Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 100 Butir Pil Trex

    Petugas Lapas Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan 100 Butir Pil Trex

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Petugas Lapas Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang sebanyak 100 butir pil trex yang telah ditumbuk halus, Selasa (17/01/2023).

    Untuk mengelabui petugas, barang terlarang yang termasuk kategori obat daftar G dengan jenis Trihexyphenidyl itu dicampurkan kedalam serbuk minuman sereal.

    “Memang secara sekilas hampir tidak terlihat bahwa serbuk minuman sereal tersebut telah dicampur dengan pil trex, namun berkat kejelian petugas kami, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan,” kata Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

    Wahyu mengungkapkan penggagalan upaya penyelundupan barang terlarang tersebut berawal saat seorang pengunjung dengan inisial LA (35) akan mengirimkan makanan kepada salah seorang warga binaan berinisial MH (33), yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.

    “LA membawa nasi, lauk, mie instan, kopi, dan minuman sereal,” terangnya.

    Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kata Wahyu setiap barang yang akan masuk kedalam Lapas harus diperiksa secara teliti.

    “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kami di bagian Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik), petugas menemukan adanya serbuk putih yang tercampur dalam serbuk minuman sereal,” imbuhnya.

    Lanjut kata Wahyu atas temuan itu, petugas lantas mengamankan LA dan memanggil MH untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait barang bawaan tersebut.

    “Saat kami interogasi, LA tak mampu mengelak dan mengakui bahwa dirinya memang sengaja ingin memasukkan barang terlarang tersebut atas permintaan dari MH,” jelas Wahyu.

    LA yang merupakan istri sirih dari MH mengaku bahwa dirinya menumbuk halus 100 butir pil trex dan dicampurkan kedalam 20 sachet minuman sereal.

    “Dalam pengakuannya, MH memesan barang terlarang tersebut melalui fasilitas Wartel (Warung Telekomunikasi) yang ada di dalam Lapas,” kata Wahyu.

    Wahyu menambahkan temuan tersebut telah dikoordinasikan dan ditangani oleh jajaran Satreskoba Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

    “Kami langsung koordinasikan perkara ini dengan rekan-rekan Satreskoba Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pengembangan, karena ini juga merupakan wujud komitmen kami untuk memberantas peredaran barang terlarang di Lapas Banyuwangi,” ucap Wahyu.

    Saat ini, LA diamankan ke Polresta Banyuwangi untuk dimintai keterangan. Sedangkan MH ditempatkan kedalam straft sel untuk selanjutnya dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai dasar penjatuhan hukuman disiplin atas perbuatannya.

    “Kami terus berkomitmen untuk memberantas peredaran barang terlarang di Lapas Banyuwangi, terutama handphone, narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya,” pungkas Wahyu. (*)

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan