Sabtu, 13 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaBuka 200 Ribu Lapangan Kerja dan Peluang Usaha Baru

    Buka 200 Ribu Lapangan Kerja dan Peluang Usaha Baru

    SIDOARJO (WartaTransparansi.com) – Multiplier effect dari perubahan pertelevisian nasional atau Analog Switch-Off (ASO) sangat menantang dan wajib sungguh-sungguh diimplementasikan. Karena membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru ratusan ribu.

    Pakar Hukum Media Univeritas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Ahmad Riyadh UB P.hD mengatakan bahwa peluang dan tantangan untuk mewujudkan lapangan kerja dan peluang usaha baru, supaya dimapping sedemikian rupa.

    “Sebab dengan melakukan mapping, maka akan membuka kesempatan mewujudkan peluang usaha baru di bidang apa saja, tercatat dengan rapi. Juga memanfatakan peluang tambahan lapangan kerja, sehingga tidak tumpang tindih” ujarnya.

    Sebagaimana diinformasikan dari Kementerian Kominfo bahwa Boston Colsulting Group memperkirakan manfaat dari Digital Dividen dengan peningkatan internet di Indonesia, maka dalam lima tahun akan menghasilkan multiplier effect.
    Pengaruh positif ASO ke depan, kata Totok, ada 232 ribu penambahan lapangan kerja dan 118 ribu penambahan peluang usaha baru. Perkiraan data itu kan menunjukk lebih dari 200 ribu dan hampir 200 ribu. Ini tantangan yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

    Baca juga :  Buruan Daftar! Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Pekerja Profesional

    Apalagi pada pekembangan perubahan teknologi modern di era digital saat ini. Dijelaskan bahwa terdapat 5 Urgensi Digitalisasi Penyiaran.

    Pertama, TV Analog dirancang untuk suara dan gambar, TV Digital suara dan gambar serta data.

    Kedua, bahwa sinyal yang dipancarkan berupa sinyal siaran analog (sinyal ditangkap antena). Sedangkan sinyal yang dipancarkan berupa (sinyal sistem siaran digital)
    Ketiga, perbedaan paling dirasakan manfaatnya ialah TV Analog kualitas gambar bersih dan suara jernih jika dekat dengan pemancar. Sementara TV Digital tidak memerlukan dekat dengan pemancar untuk mendapatkan gambar bersih dan suara jernih.

    Keempat, penggunaan pemancar dengan memodulasikan langsung pada pembawa frekuensi. Kecanggihan TV Digital data terlebih dahulu dikodekan dalam bentuk digital, baru dipancarkan.
    Kelima, jika televisi Analig banyak terdapat noise. Tayangan TV Digital tayangan gambar bersih dan suara jernih. Apalagi biaya penyiaran lebih rendah.

    Baca juga :  Gandeng Ormas MKGR, DPD Pengajian Al Hidayah Jatim Gelar Donor Darah

    Urgensi inilah, menurut Riyadh, Set Top Box (STB) sebagai alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV Analog biasa. Wajib mendapat dukungan dari publik untuk turut mensukseskan.

    Apalagi, STB sudah mampu mendukung Digital Video Broadcasting – Second Generation Terreatrial (DVB-T2). “Jadi masyarakat membeli STB dengan harga sangat murah meriah, akan membuahkan hasil berlipat ganda. Mari publik bersama-sama mensukseskan ASO secara nasional,” harap Riyadh.

    #ASO
    #analogswitchoff
    #TVdigital
    #siarandigitalindonesia
    #ASO2022

    Reporter : Djoko Tetuko

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan