Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKetua DPD Golkar Jatim Sarmuji dalam Peringatan Nuzulul Qur'an: Kita Junjung Tinggi...

    Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji dalam Peringatan Nuzulul Qur’an: Kita Junjung Tinggi Perempuan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –  Ketua DPD Golkar Jatim HM Sarmuji mengatakan bahwa dalam kitab suci Alquran, posisi perempuan sangat dihormati dan dijunjung tinggi. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an Partai Golkar Jatim di Masjid Al Mujahidin Golkar Jatim dengan mengambil tema Perempuan Dalam Islam, Selasa (19/4/2022).

    Sebagai pembicara dalam peringatan Nuzulul Qur’an kali ini KH. Muhammad Mu’afi Zaini (Gus Mamak), Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Golkar Jawa Timur. “ Gus Mamak yang bissa menerangkan tentang tema Perempuan Dalam Islam tersebut. Saya hanya sedikit mengetahui jika dalam Alquran bahwa posisi perempuan dijunjung tinggi,” beber anggota DPR RI tersebut.

    Ketua DPD Golkar Jatim Sarmuji dalam Peringatan Nuzulul Qur'an: Kita Junjung Tinggi Perempuan

    Dia juga mengakui dalam sejarah perkembangan dunia, awalnya perempuan memang posisinya sangat rendah mulai di zaman Romawi dan Junani. Bahkan ketika zaman Nabi Muhammad SAW pada awalnya dakwah untuk menyebarkan Islam, perempuan benar-benar diletakkan paling rendah. Hanya sebagai pelengkap saja bagi seorang laki-laki. “Bahkan, ada cerita saat itu bahwa bayi perempuan hanya jadi beban saja atau menjadi aib keluarga. Sampai-sampai ada juga yang dibunuh,” cerita Sarmuji.

    Baca juga :  Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily , Masih Ada Peluang Bertambah Partai

    Namun lanjut dia, semuanya berubah dengan seiring kehadiran Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan Agama Islam. Di dalam ajaran Islam, posisi perempuan melompat jauh tinggi dibandingkan sebelumnya. Bahkan dalam Quran pun ada surat yang identik dengan nama perempuan seperti Surat Anisah dan Surat Mariam. Yang mengejutkan dalam Surat Al-Mujadilah atau perempuan yang beragumentasi, menunjukkan pada zaman Nabi bahwa dalam Islam perempuan diberikan hak-haknya untuk berpendapat.

    Kini, menurut Sarmuji dimana kebetulan pada peringkat Nuzulul Quran kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini di mana Kartinilah yang mendobrak zaman  itu yang menganggap posisi perempuan direndahkan. “Berkat Raden Ajeng Kartini akhirnya kaum perempuan bisa mendapatkan tempat yang layak, dimana kedudukan perempuan  sama dengan kamu laki-laki,” tambahnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan UKM Tahun 2022

    Mungkin saja, saat itu Kartini juga sudah belajar tentang perempuan dari seorang Kiai Soleh yang mengerti posisi perempuan di Alquran. “Kini, kita harapkan apa yang sudah ditunjukkan oleh Kartini itu dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pintanya. (sr/min)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber :

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan