Selasa, 30 November 2021
25.6 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoNing Ita Libatkan 500 tukang becak Gempur Peredaran Rokok Ilegal

    Ning Ita Libatkan 500 tukang becak Gempur Peredaran Rokok Ilegal

    MOJOKERTO (Wartatransparansi.com) – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari melibatkan sedikitnya 500 tukang becak yang menyebar di kota Mojokerto guna memerangi peredaran rokok illegal.

    Dengan melibatkan tukang becak ini upaya memerangi peredaran rokok illegal cepat diberantas, karena keberadaan tukang becak menyebar dimana-mana dan akan melaporkan jika menjumpai peredaran rokok illegal.

    “Jika tukang becak yang ada di Mojokerto ikut berperan aktif memerangi peredaran rokok illegal di Mojokerto dan sekitarnya. Pemberantasan beredarnya rokok tersebut lebih cepat. Karena itu, sekitar 500 tukang becak, kami beri wawasan tentang ciri-ciri rokok illegal,” jelas Ning Ita, di konfirmasi via HP seluler, usai melakukan penutupan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang diikuti para tukang becak dari Kelurahan Wates dan Kelurahan Pulorejo di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Selasa (16/11/21)

    Baca juga :  Ning Ita Sentuh Inkubasi Wirausaha Perikanan Bagi Warga Prajurit Kulon Kota Mojokerto

    Dijelaskan, sosialisasi memberantas rokok illegal dengan melibatkan peran aktif tukang Becak, sudah berlangsung selama 5 hari dan dilakukan secara bergilir. Mulai tanggal 9-11 November diikuti oleh para tukang becak dari Kelurahan Wates dan Kelurahan

    Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari wanti-wanti agar para tukang becak tidak mengkonsumsi rokok ilegal, karena dengan membeli rokok ilegal itu berarti merugikan negara dan merugikan masyarakat Kota Mojokerto sendiri. Sehingga jika ada yang menawari untuk membeli maupun menemukan peredaran rokok ilegal, Ning Ita meminta untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwenang.

    Masih penjelasan Ning Ita yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Choirul Anwar, bahwa hasil pembayaran pajak rokok di Kota Mojokerto dimanfaatkan untuk membayar asuransi kesehatan, sehingga warga Kota Mojokerto dapat memperoleh pengobatan gratis bahkan mencapai Universal Health Coverage (UHC) yang tidak bisa dinikmati oleh warga di daerah lain.

    Baca juga :  Ning Ita Sentuh Inkubasi Wirausaha Perikanan Bagi Warga Prajurit Kulon Kota Mojokerto

    Dalam kesempatan ini Ning Ita juga mengingatkan agar tetap mentaati protokol kesehatan. Karena saat ini Kota Mojokerto sudah berada di level 1 dan seluruh sektor sudah mulai dibuka sehingga perekonomian sudah mulai bergerak.(*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan