Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoFasilitasi Bantuan Dana Bagi Wirausaha Baru, Ning Ita Buka Akses Klinik UMKM

    Fasilitasi Bantuan Dana Bagi Wirausaha Baru, Ning Ita Buka Akses Klinik UMKM

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali memberikan kemudahan bagi pelaku usaha baru. Kali ini, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) memfasilitasi pengajuan bantuan modal senilai Rp. 7 juta bagi wirausaha.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan bahwa bantuan modal usaha ini dikucurkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM bagi Wirausahawan yang belum pernah menerima bantuan apapun. Upaya ini untuk meningkatkan perkembangan UMKM selain dengan memasilitasi pengajuan modal juga dengan pendampingan teknik maupun manajemen secara intensif melalui MomMi ECCis (Mojokerto’s Small and Medium Enterprises Coaching Clinics) sebutan klinik pembinaan UMKM.

    “Kami membuka klinik UMKM untuk pendampingan dan konsultasi. Namun, para wirausaha baru ini harus benar-benar komitmen dengan pengembangan UMKMnya. Karena, kami akan memonitoring dan mengevaluasi sekaligus mewajibkan mereka untuk membuat laporan progres sesuai dengan prosedur yang ada”, jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, sat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (3/06/2021).

    Baca juga :  Ning Ita Prioritaskan Pendidkan Dengan Program Merdeka Belajar

    Bantuan ini, lanjut Ning Ita, berbeda dengan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro ( BPUM). Yang mana, bantuan yang diberikan oleh presiden sebesar Rp. 1,2 juta sedangkan bantuan dana bagi wirausaha terdampak dan difabel ini senilai Rp. 7 juta. Adapun bantuan ini, berlandaskan pada Surat Edaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Bantuan Dana Bagi Wirausaha.

    Dijelaskan, bantuan modal yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto memiliki beberapa syarat. Yakni, memiliki usaha produktif yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, mempunyai e-KTP, berusia maksimal 45 tahun, memiliki saldo tabungan diatas saldo minimal, pendidikan minimal SLTP, belum pernah mendapat bantuan wirausaha dan bantuan lainnya dari Kemenkop UKM dan membuat proposal pengajuan serta memiliki sertifikat pelatihan yang sesuai dengan bidangnya atau pelatihan kewirausahaan.

    Baca juga :  Pemkot Mojokerto Tanamkan Wawasan Kebangsaan Pada Pelajar SMP

    Sedangkan prosedurnya adalah pelaku usaha yang berminat membuat proposal ditujukan ke Diskopukmperindag Kota Mojokerto dengan melengkapi persyaratan. Kemudian, Diskouperindag melakukan verifikasi kelengkapan persyaratan proposal dan administrasi calon penerima program bantuan dana bagi wirausaha.

    “Selanjutnya Diskoperindag memberikan rekomendasi nama-nama calon penerima program bantuan dana bagi wirausaha sekaligus mengajukan surat permohonan pengantar ke Dinas Koperasi dan UKM Pemprov dengan tembusan kepada Kementrian Koperasi & UKM yang ditujukan kepada Deputi Kewirausahaan”tukas Ning Ita. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan