Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukGubernur Khofifah Ingin Ubah Kinerja Peserta Latpimnas PT Pratama

    Gubernur Khofifah Ingin Ubah Kinerja Peserta Latpimnas PT Pratama

    Oleh Djoko Tetuko -Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (22/2/2021) memberi semangat peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan II Tahun 2021 di Gedung Negara Grahadi

    Diketahui sebagaimana monitoring dan evakuasi kinerja profesional modern,
    Penilaian Prestasi Kerja Karyawan (PPKK). Dalam konteks hubungan kerja, yang dimaksud dengan Penilaian Prestasi Kerja (PPK) adalah penilaian mengenai hasil kerja yang telah dicapai oleh seorang karyawan dalam suatu kurun waktu tertentu.

    Penilaian Prestasi Kerja adalah bagian utama dari seluruh proses penilaian atas seorang karyawan disamping penilaian atas aspek-aspek lainnya seperti kepribadian/karakter, penampilan dan potensinya.

    Penilaian Prestasi Kerja mempunyai peran yang sangat penting karena merupakan pangkal tolak untuk penilaian-penilaian lainnya.

    Ada beberapa batasan “klasik” dari Penilaian Prestasi Kerja yang bisa ditemui dalam buku yang ditulis oleh DR. Joseph M. Putti “A Manager’s Primer and Performance Appraisal” (diterbitkan oleh Singapore Institute of Personnel Management, 1987).

    Pertama, “Suatu penilaian periodik atas nilai seorang individu bagi organisasinya yang biasanya dilakukan oleh atasannya atau seseorang yang dalam posisi untuk mengamati/menilai prestasi kerjanya” (diambil dari buku Roger Belows dalam Psychology of Personnel in Business and Industry, Prentice Hall, New Jersey 1961, pp 370)

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Kedua, “Penilaian (evaluasi) sistematis atas individu karyawan mengenai prestasinya dalam pekerjaannya dan potensinya untuk pengembangan” (diambil dari buku Dale S Beach, The Management of People at Work, Mac Millan New York, 1970 pp 257).

    Batasan tersebut dan masih banyak batasan lain memungkinkan, menyimpulkan bahwa penilaian Prestasi Kerja adalah suatu proses dan terdiri dari berbagai langkah-langkah strategis, terprogram, dan terlaksana sesuai dengan target maksimal.

    Diketahui, Jabatan Pimpinan Tinggi Aparatur Sipil Negara adalah sekelompok jabatan tinggi pada instansi pemerintah. Jabatan Pimpinan Tinggi berfungsi memimpin dan memotivasi setiap Pegawai ASN pada Instansi Pemerintah. Jabatan Pimpinan Tinggi hanya dapat diduduki paling lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.

    Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama meliputi: (1).
    direktur, (2). kepala biro, (3). asisten deputi, (4).
    sekretaris direktorat jenderal, (5).
    sekretaris inspektorat jenderal,
    (6). sekretaris kepala badan, (7).
    kepala pusat, (8).
    inspektur,
    kepala balai besar, (9). asisten sekretariat daerah provinsi, (10).
    sekretaris daerah kabupaten/kota, (11). kepala dinas/kepala badan provinsi, (12).
    sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan (13).
    jabatan lain yang setara.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Persyaratan untuk dapat diangkat dalam JPT Pratama, tentu saja harus memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV;
    Memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi Jabatan yang ditetapkan;

    Memiliki pengalaman Jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang selama 5 (lima) tahun;

    Sedang atau pernah menduduki Jabatan administrator atau JF jenjang ahli madya paling singkat 2 (dua) tahun;

    Memiliki rekam jejak Jabatan, integritas, dan moralitas yang baik; usia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun; dan sehat jasmani dan rohani.

    Gubernur Khofifah menekankan bahwa para peserta pelatihan
    Pejabat Tinggi Pratama untuk dapat bekerja secara lebih cepat, detail dan lebih presisi agar kualitas pekerjaan atau output yang dihasilkan bisa lebih signifikan dan tepat sasaran kepada masyarakat.

    Sebagaimana diberitakan WartaTransparansi.com, Selasa (23/2/2021), Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan II Tahun 2021 berjumlah sebanyak 60 orang. Dengan rincian, dari Instansi Kejaksaan Agung RI 6 orang, Kemendagri 1 orang, Pemprov Jatim 7 orang, Pemprov Kalbar 3 orang, Kab/Kota di Provinsi Jatim 24 orang, dan Kab/Kota di Luar Jatim 19 orang.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Gubenrur Khofifah memberikan tantangan dan memberikan semangat, bahwa saat ini, merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh para pimpinan eselon II atau Pejabat Tinggi Pratama agar setiap program yang akan dilaksanakan dapat tercapai sesuai perencanaan yang ada.

    Bahkan, banyak dari para Ka. OPD atau Pejabat Tinggi yang bekerja cepat tetapi kurang detail . Terkadang, merasa sudah bekerja cepat namun orang lain telah lebih dahulu bekerja melompat.

    Begitu juga ketika ingin melompat, namun disisi lain telah ada yang lebih jauh melangkah bahkan sudah menggunakan artificial intelegence.

    Manajemen kinerja ASN PT Pratama, merupakan pintu strategis kualitas kinerja di semua tingkatan, karena apabila PT Pratama mampu bekerja cepat, tepat, detail, presisi (ketelitian), dan mampu mencapai target makismal termasuk dalam manajemen
    artificial intelegence, maka akan mengubah menjadi penguatan bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    Peserta Latpimnas
    Tingkat II Angkatan II Tahun 2021, menjadi “kunci” dalam meningkatkan kinerja dengan cepat dan profesional juga presisi (ketepatan dan ketelitian) tinggi. Jika harapan Gubernur Khofifah dapat terpenuhi maka itulah perubahan kinerja ASN di masa mendatang. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan