Edy Rumpoko

Seperti iklan salah satu produk minuman cukup kesohor, “Di mana saja, kapan saja, selalu memberikan terbaik”. Itulah sosok Eddy Rumpoko.

Wali Kota Batu, dua periode ini terus menjadi bagian tidak terpisahkan perubahan Kota Wisata Batu, lebih mantab bahkan lebih mempesona. Termasuk ketika merayakan ulang tahun ke-19, 17 Oktober 2020, belum lama ini. Kota Batu telah mengubah, mengundang, dan membuat warga serta wisatawan terpatri juga terhipnotis.

Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko MSi, telah mencanangkan
program sekaligus gerakan menanam pohon dan bunga. Dengan motto “satu pohon untuk satu nama”.

“Alhamdulillah walaupun Kota Wisata Batu, jauh di mata tetapi tetap dekat di hati. Bahkan semakin dekat,” kata Eddy Rumpoko, Minggu (25/10/2020) kepada WartaTransparansi.com

Menurut ER, mengapa terasa semakin dekat karena Bu Wali, sang isteri selalu dekat, bahkan makin dekat. “Sementara walaupun jauh dan secara fisik tidak hadir, tetapi pikiran-pikiran untuk memberi yang terbaik dan bermanfaat, bahkan lebih memantapkan bagi perubahan dan penguatan Kota Wisata Batu, tetap terus tergelitik, mempesona,” tandasnya.

Diketahui, hampir semua ikon tempat wisata Kota Wisata Batu, tidak lepas dari pikiran-pikiran kreatif dan inovatif seorang ER. Bahkan wisata lokal dari berbagai daerah dibuat decak kagum atas kunjungan ke Kota Wisata Batu.

HUT dan Tanam Pohon

Ketika Memperingati HUT ke-19 Kota Wisata Batu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menggelar kegiatan tanam pohon serentak di 24 desa bertajuk ‘Satu Pohon Satu Nama’. Kegiatan tersebut menuai apresiasi positif dari Wali Kota Malang, Drs. H Sutiaji yang juga turut hadir pada Sabtu (17/10/2020)

Masyarakat Kota Batu secara keseluruhan, dibuat tersihir punya tanggung jawab moral yang besar untuk bisa menjaga sumber mata air, agar tetap mengeluarkan air yang besar. Sebab dalam sejarah zaman keemasan Kota Batu termasuk kota yang memiliki sumber mata cukup besar air yang mampu menghidupi kota-kota lain di bawah.

Wali Kota Batu, Bu De menerangkan bahwa gerakan penghijauan satu nama satu pohon serentak di wilayah Kota Batu urgensi melestarikan sumber mata air di Kota Batu.

Menurut Bu De, Kota Batu ingin menjaga sepanjang masa sumber mata air ini, agar tetap baik dan bisa menghidupi bukan hanya masyarakat Batu. Tetapi juga masyarakat daerah lain.

“Dengan banyak menanam pohon agar air bisa disimpan di dalam tanah,” jelas wali kota saat penanaman 15 ribu bibit pohon di sepanjang Sungai Berantas, Sabtu (17/10/2020).

Bahkan, secara simbolis sebelum penanaman pohon dilakukan, terlebih dahulu menggelar penyerahan santunan anak yatim dan janda sebagai wujud syukur Hari Jadi Batu ke-19. Dilanjutkan dengan aksi Forkopimda menggambar harapannya untuk Kota Batu di sebuah kanvas.

Bu De, sapaan akrab di masyarakat ini juga menambahkan, dalam gerakan 1 nama 1 pohon yang diinisiasi oleh Among Tani Foundation dilakukan bersama-sama dengan segenap elemen masyarakat yang ada di desa-desa di Kota Batu.

Usaha menanam pohon, kata Bu De, mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat dari yang kecil, muda sampai yang tua untuk bisa bersama-sama menanam.

Decak kagum atas kebersihan Kota Wisata Batu, memperkuat sebagai “kota bunga”, “kota dingin”, dan berbagai sebutan amat populer, termasuk ide menanam pohon, “gerakan menanam satu pohon satu nama”, dengan cita-cita luhur mempertahankan sumber mata air yang masih ada, dan mengembalikan sumber mata air yang hilang karena kerusakan hutan dan kenakalan tangan-tangan manusia. Ternyata semua peogram itu, tidak lepas dari ide cemerlang ER walau jauh di mata, tetapi selalu di hati.

Dengan senyum khas dan pandai berkawan dengan siapa saja ER menyapa Transparansi dengan begitu familiar, “Jangan lupa menulis satu pohon satu nama, itu bukan sekedar memperkuat Kota Wisata Batu, tetapi itu ibadah tanpa modal yang mahal, ibadah murah meriah dengan sejuta manfaat,” tutur ER mengakhiri. (Djoko Tetuko)