Minggu, 21 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    OpiniTajukHUT Jatim, Khofifah Ingatkan CETTAR

    HUT Jatim, Khofifah Ingatkan CETTAR

    Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi.com

    Saya ingin mengingatkan pentingnya merancang keuangan daerah secara CETTAR (Cepat, Efektif/Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif). Kuatnya keuangan daerah dan penganggaran yang baik adalah hal yang sangat penting dalam suksesnya pencapaian program pemerintah”.

    Petikan pidato sambutan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Jatim ke-72, Senin (12/10/2020), sangat patut mendapat apreasiasi. Mengingat dalam kepemimpinan selama 20 bulan (7 bulan masa pandemi Covid-19), tetapi konsisten mengingatkan tentang CETTAR.

    Keinginan Gubernur Khofifah mengajak jajaran pejabat Pemprov Jatim, mengimplementasikan CETTAR merupakan gebrakan untuk menjaga harkat, martabat dan kehormatan di lingkungan Pemprov Jatim.

    Tentu saja dengan harapan agar roda organisai pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat mampu menjalankan amanat dengan maksimal. Selain itu, transparansi penggunakan anggaran terjaga dan terkawal dengan baik dapat disampaikan kepada publik.

    Lepas dari beberapa penghargaan bagi Pemprov Jatim sebagai prestasi luar biasa, tetapi dalam 5 tahun terakhir (20 bulan masa kepemimpinan Gubernur Khofifah), Jatim masih belum mampu menjadi provinsi terbaik di bidang transparansi. Pemprov Jateng 2 tahun berturut menjadi nomer wachid.

    Pemprov Jatim dalam mengimplementasikan Undang Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), dengan Gubernur Khofifah mencanangkan CETTAR semestinya sudah menjadi “budaya baru”, keterbukaan informasi publik di Jatim. Tetapi tidak mudah memang mengubah kebiasaan kurang baik menjadi budaya baik. Apalago membawa manfaat dan barokah untuk warga.

    Gubernur Khofifah lepas dari kekurangan atau kekhilafan sebagai manusia biasa, alhamdulillah mampu menjaga Marwah Pemprov Jatim dengan CETTAT, kecuali keterbukaan informasi publik. Sebagai catatan kecil, jika Transparansi mampu diwujudkan sebagai gerakan “Jatim Bersih”, Pemprov Jatim tanpa korupsi, pungli, serta peduli memberikan informasi kepada publik, maka akan menjadi lokomotif perubahan secara nasional. Dan Jatim menjadi pioner, mengingatkan provinsi baru buka tutup, belum budaya seperti CETTAR

    Bahkan tidak berlebihan, ketika UU Ciptaker sebagai bagian perubahan besar dari menyatukan 79 undang undang menjadi sederhana, dan demokratis, maka jika Pemprov menguatkan dengan transparansi sesuai amanat UU KIP, sekali lagi akan melengkapi sekaligus menguatkan CETTAT fokus pada cepat, efektif/efisien, dan tanggap.

    Apalagi jika transparansi sebagai amanat UU KIP, diperkuat dengan keinginan dan harapan Gubernur Khofifah untuk mewujudkan transpran, akuntabel dan responsif. Maka akan menjadi perubahan besar. Walaupun untuk responsip Pemprov Jatim dengan Lumbung Pengan Jatim sudah melakukan gebrakan dan gerakan luar biasa, menjadi stabilitas ekonomi dan pangan di masa pandemi.

    Lepas dari cita-cita besar mewujudkan CETTAR, belum sesuai harapan dan dilaksanakan secara maksimal, tetapi sebuah catatan bahwa Gubernur Khofifah sudah memberikan sentuhan kepemimpinan tetap menjaga Pemprov Jatim sebagai teladan nasional dalam banyak hal. Selamat HUT ke-75 Pemerintah Provinsi Jatim.

    Sekali lagi, sebagai sebuah catatan bahwa ke depan Pemprov Jatim jauh lebih hebat,bermatabat dan makin sehat juga kuat, jika transparan, akuntabel, dan responsif dalam merancang keuangan semakin diperkuat serta samakin profesional. (@)

    Reporter : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan