Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTolak UU CiptaKerja, Demo Besar Depan Grahadi, Lalu Jebol Pagar

    Tolak UU CiptaKerja, Demo Besar Depan Grahadi, Lalu Jebol Pagar

    Surabaya (Wartatransparansi.com) – Ribuan pendemo mengaku kecewa lantaran aspirasinya tidak di gubris dan tidak ditemui oleh penguasa Jawa Timur. Lalu mereka menjebol pintu gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (8/10/2020).

    Aksi buruh dan mahasiswa menolak Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja depan Grahadi juga menimbulka kericuhan.

    Ratusan aparat keamanan gabungan polisi dan TNI yang berjaga mengamankan jalannya aksi, tak kuasa menahan aksi brutal pendemo. Massa aksi baru berhasil dipukul mundur menjauhi Grahadi setelah aparat menembakkan gas air mata dan mobil water canon.

    Tindakan tegas itu diambil aparat karena massa aksi sudah bertindak melampaui batas. Bahkan barier pembatas jalan untuk menghalangi massa aksi mendekat ke gedung negara Grahadi juga dibakar massa aksi, serta beberapa mobil polisi juga ikut jadi sasaran amuk massa.

    Baca juga :  Sidak Komisi A DPRD Surabaya Sasar Depo Peti Kemas

    Sebelum menjebol pintu pagar Grahadi, massa aksi juga berhasil menerobos pagar kawat berduri yang dipasang polisi di depan pintu halaman masuk Grahadi. Sebagian massa aksi juga berhasil masuk halaman meloncati pagar berduri, namun berhasil dihalau aparat yang berjaga.

    Puluhan poster dan spanduk berisi protes dan penolakan juga dibentangkan massa aksi. “Hidup buruh. Hidup Mahasiswa, kita bersatu dengan tujuan yang sama yaitu menolak Undang-Undang Omnibus Law karena menyengsarakan buruh dan rakyat di Indonesia,” kata jubir aksi di atas mobil komando.

    Massa aksi juga mendesak kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan penolakan UU Omnibus Law ke Presiden RI Joko Widodo dengan mengeluarkan Perppu membatalkan UU Cipta Kerja. “Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan bermalam disini, ” ancam jubir dari perwakilan mahasiswa.

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Tolak UU CiptaKerja, Demo Besar Depan Grahadi, Lalu Jebol Pagar

    Kecewa tak ditemui Gubernur, massa aksi kemudian beralih mendatangi kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya. Bak bertepuk sebelah tangan, perwakilan buruh hanya ditemui Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono.

    “Bu Gubernur itu kemana Cak, situasi genting seperti ini kita hanya ditemui Pak Sekdaprov. Makanya perwakilan serikat pekerja tidak satu suara, ada yang mau dan ada yang tidak mau mengikuti pertemuan dengan Sekdaprov,” kata Jazuli sekretaris FSPMI Jatim di sela-sela aksi.

    Hingga adzan Maghrib mengumandang, ratusan massa aksi dari buruh dan mahasiswa masih bertahan menutup jalan Pahlawan Surabaya karena hasil pertemuan perwakilan mereka dengan Pemprov Jatim belum ada hasil.

    “Hari ini di seluruh Indonesia kita buktikan menolak UU Omnibus Law. Termasuk di Jawa Timur, tolong Ibu Gubernur segera ambil keputusan dengan perwakilan kami. Kami menuntut Cabut UU Omnibus Law terutama cluster ketenagakerjaan, karena itu UU anak haram hasil selingkuhan DPR dengan kapitalis,” tegas orator perempuan dari perwakilan buruh.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    “Jangan paksa kami menginap disini Ibu Gubermur, saya masih punya anak kecil, bagaimana perasaan Ibu sebagai sesama perempuan, segera ambil keputusan biar kami bisa segera pulang. Kami berjuang ini untuk rakyat bukan hanya nasib buruh,” sindir perempuan bersuara lantang ini. (sr/guh)

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan