Sabtu, 22 Juni 2024
28 C
Surabaya
More
    OpiniSurabaya Juara Corona, PSBB Diperpanjang : Masihkah Longgar (bagian3)

    Surabaya Juara Corona, PSBB Diperpanjang : Masihkah Longgar (bagian3)

    Oleh : Djoko Tetuko (Pemimpin Redaksi Transparansi)

    Surabaya Raya memasuki tahap tiga dalam pelaksanaan PSBB, namun masihkah pengamanan tetap longgar seperti sebelumya

    Gambaran PSBB Surabaya Raya tahap kedua sampai tanggal 25 Mei 2020, tinggal menunggu kepastian perpanjangan. Itu berarti predikat Surabaya Raya masih potensi dalam penyebaran virus Corona masih begitu kuat.

    Tetapi pertanyaan muncul, apakah perpanjangan akan menjadi kebiasaan selama virus Corona masih menyambar ke bebarapa warga secara ghoib dengan data sangat signjifikan.

    Sebutan secara ghoib ini ialah OTG (Orang Tanpa Gejala), mengingat PDP dari OTG ternyata sudah berubah dari gejala batuk, bersin, atau tenggorokan gatal dan panas, kemudian berubah dengan tiba-tiba karena kota Surabaya dan sebagian kabupaten/kota di Jatim, sudah teridentifikasi jenis virus Corona minimal ada empat (Wuhan Cina, Eropa, Amerika Serikat, dan Negara Arab).

    Baca juga :  Meraih Nilai Hikmah Idul Adha dalam Bingkai NKRI

    Situasi dan kondisi di Surabaya, memang sangat mengkhawatirkan, apalagi jika PSBB tahap 3 diberlakukan, tetapi di bebarapa tempat masih longgar pengeterapannya, beberapa kantor masih menjalankan aktifitas yang mengikat dengan mendatangkan orang ke kantor atau melakukan aktifitas dengan keluar rumah.

    Inilah kenyataan pahit dan mengancam banyak jiwa. Sebab jika masih saja longgar (tidak ketat dalam mengeterapkan PSBB), maka tidak tertutup kemungkinan justru semakin menambah jumlah korban dan peningkatan wilayah penyebaran sekaligus jumlah PDP, ODP, OTG dan bebarapa istilah selama kasus Corona terus bertamasya.

    Ketua DPD RI La Nyala Mahmud Mattaliti, Minggu (24/5/2020) membagikan catatan pengalaman seorang perawat yang bekerja dengan ventilator;
    “Berkumpul lah kalian sebanyak-banyaknya sampai terpapar Covid-19 dan jangan berteriak ketika ventilator dimasukkan ke tenggorokan sampai kalian sembuh atau mati…

    Baca juga :  Meraih Nilai Hikmah Idul Adha dalam Bingkai NKRI

    “Jadi ini dia … buat orang-orang yang tidak mengerti bagaimana rasanya menggunakan ventilator, tapi tetap melanggar ketentuan bahkan sengaja menciptakan situasi dan kondisi longgar, seakan-akan tidak ada apa-apa.

    Padahal, risiko keluar rumah, tidak social-distancing dan keluar tanpa masker, ialah bisa terkena infeksi virus Corona yang harus menggunakan ventilator.

    Surabaya Juara Corona, PSBB Diperpanjang : Masihkah Longgar (bagian3)

    Sayangnya korban Covid19 tidak memiliki kemewahan yang sama. Anak anda, pasangan anda, orang tua anda, juga bisa menderita sendirian di rumah sakit. Korban Covid19 tidaklah hanya terbatas pada orang yang tidak Anda kenal saja.

    Ketika Anda memilih untuk berkerumun, membuka masker, atau pergi ke toko-toko yang baru dibuka untuk beli sesuatu yang tidak terlalu penting, tanyakanlah pada diri sendiri, apakah layak resikonya anak anda akan menderita seumur hidup, bahkan mungkin meninggal,

    Baca juga :  Meraih Nilai Hikmah Idul Adha dalam Bingkai NKRI

    Begitu bahaya penyebaran dan penyerangan virus Corona secara ghoib inilah, maka kesadaran untuk menjalankan PSBB dengan sungguh-sungguh dan totalitas sangat dibutuhkan secara bersama dan gotong royong. Mari gotong royong melawan Corona. (jt)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan