LAMONGAN (WartaTransparansi.com) – “Jangan merasa dirinya sehat, lalu tidak mau memakai masker, tidak mau cuci tangan. Bahkan melanggar physical distancing atau social distancing. Kita juga tidak tahu apakah kita termasuk carrir (pembawa penyakit).

Faktanya banyak kasus pandemi corona meninggal dengan waktu relatif singkat. Dianggap sehat malah positif Covid-19, padahal secara fisik terlihat sangat sehat. Masyarakat juga tidak sedikit menganggap bahwa Corona sudah hilang, lalu lengah tidak taat aturan protokol kesehatan covid-19.

Kalau kita lihat di jalan jalan,  pusat keramaian seperti pasar, swalayan, tempat pelelangan ikan, tempat ibadah, kafe, hampir semua tempat yg dikunjungi orang termasuk Anjungan tunai mandiri ( ATM) ada yang sudah tidak memakai  hand sanitizer, tempat cuci tangan, sabun, bahkan airnya sudah tidak ada di tempat cuci tangan.

Antusiasme relawan gugus covid 19 juga sudah melandai aktifitasnya ” mungkin sudah lelah dan capek ” tidak seperti awal munculnya pandemi covid 19 ditengarai menjangkiti Indonesia. Yang secara kolektif kolosal mendeklarasikan gerakan melawan pandemi Corona.

Terlihat dengan jelas dimana mana ada kegiatan bagi masker , bagi hand sanitizer, bahkan bagi sembako dan lainya.

Situasi seperti ini bisa disebut cukup membahayakan ketika melihat hasil rapid test di klaster nelayan dua kecamatan Paciran dan brondong rata rata yg positif menyentuh angka 20 persen dari sampling yang di tes, di TPI Brondong dari 100 org di rapid test yg positif mencapai angka 28 orang.

Sedangkan hasil rapid test di pasar desa Blimbing 50 yang diperiksa didapati positif 8 orang, ujar Kepala Dinas Perikanan Drs Heru Widi disela kegiatan “pemudi cinta bahari” yang dipusatkan di kantor HNTI (Himpunan nelayan tradisional Indonesia) di Lamongan, Minggu (17-05-20) malam.

Malam itu hadir sepuluh perwakilan desa nelayan baik dari Paciran maupun Brondong dengan protokol covid 19.

Lebih lanjut Drs Heru Widi menginformasikan, dinas perikanan tidak akan kendor sedikitpun didalam upaya menghentikan laju pandemi covid 19 di klaster nelayan khususnya dan Pantura Lamongan pada umumnya.

Pemberian 10 ribu disinfektan hayati yang ramah lingkungan utk desa empat kecamatan , Paciran Brondong, Karen Solokuro agar dapat disemprotkan disetiap desa di empat kecamatan tersebut.

Oleh karena itu tak henti hentinya mengajak pemuda pemudi utk terus bergerak tanpa kendor , melawan Corona, agar hasilnya bisa maksimal efektif dan efisien. Bersama sama kita bisa ,dan kita semua tetap berdoa semoga dibulan puasa ini kita mendapatkan semua kemulyaan bulan romadhan termasuk berkahNya, ucap Heru Widi sambil menutup acara tersebut. (guh)