Senin, 12 April 2021
26 C
Surabaya
More

    Puasa Pancasila

    Oleh : (Pemimpin Redaksi Transparansi)

    SUDAH lama para ulama dan ustad di kampung-kampung menginginkan puasa Ramadhan dengan ikhlas tanpa pamer, tanpa pamrih, tanpa show of force seperti kampanye propaganda yang salah, apalagi penuh amarah. Karena hakikinya justru merusak ibadah. Juga merusak semua amalan ibadah, akan hilang sia-sia.

    Hari- ketika virus masih tamasya ke mana-mana, maka puasa Ramadhan bak aroma surga. Tanpa ada spanduk atau baliho di jalan-jalan protokol bertuliskan “selamat menunaikan ibadah puasa”, “hormatilah orang berpuasa”…., dan ajakan berbau show of force lain. Kecuali ingin mencapai derajat orang yang bertakwa dari rumah.

    Inilah perwujudan Puasa , karena percaya dan takwa, bahkan terus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Itulah hakiki sila pertama; “Ketuhanan Yang Maha Esa”, butir ke (1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhdap Tuhan Yang Maha Esa.

    Sudah lama para ulama dan ustad di kampung-kampung menginginkan puasa Ramadhan dengan ikhlas menjalankan, tanpa mengganggu umat sesama muslim yang belum terpanggil berpuasa, juga tanpa persaingan kurang sehat menu buka puasa sesama umat Islam, tanpa buka puasa bersama dengan show of force di restaurant atau rumah gedongan atau kantor para koruptor.

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan