Rabu, 24 Juli 2024
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriDesainer Kebaya Beralih Membuat APD Berharga Murah

    Desainer Kebaya Beralih Membuat APD Berharga Murah

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Lesu, inilah perekonomian seluruh sektor ditengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Hal ini, juga dirasakan Stevanus Tetuko Priya Saputra, warga Jalan Rinjani, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

    Ia bersama istrinya tergerak mencari informasi perihal Alat Pelindung Diri (APD) berupa Hazmat dan masker homemade, hingga memproduksinya dan difokuskan bagi yang ingin berdonasi.

    Lelaki yang akrab disapa Ivan Brekele, juga mengutarakan, kesehariannya sebagai Desainer gaun dan kebaya pernikahan. Hasil karyanya,juga menjadi rujukan beberapa artis untuk perform, seperti Nella Kharisma, Happy Asmara dan lain sebagainya.Tapi, pasca pandemi corona jobnya semakin banyak, tetapi bukan untuk pernikahan melainkan untuk memenuhi permintaan pembuatan Baju Hazmat.

    Baca juga :  Maju Pilkada Kota Kediri, Zidna Al Izzah Ikuti Jejak Politik Ibunya

    Kita membuat sekitar 2 minggu dan kita jadwalkan secara berkelanjutan, sembari mencari tahu informasi dari media yang sudah menampilkan APD homemade. Tentu, saya mencari informasi bahwa APD homemade masih bisa dipandang standar atau tidak.Ternyata, saya mengetahui dan mendapat bahan bernama spunbond” ujarnya saat ditemui, Minggu (12/4/2020).

    Ivan juga mengaku, mayoritas pemesan biasanya dari pihak rumah sakit dan beberapa Instansi dan Organisasi yang menggalang donasi kemanusiaan. Selama 2 minggu, APD sudah keluar sekitar 80 pcs. Tapi, saat ini dirinya mengalami kendala dari distributor kain yang berada di Pasar Grosir Surabaya, karena pasar kondisi tutup. Untuk kulakan, Ia harus melakukan order dari tempat lain.

    Baca juga :  Temukan Ribuan Data TMS, KPU Kota Kediri akan Verifikasi Lanjutan Gandeng Dispendukcapil

    Saya tergerak membuat masker dan Baju Hazmat,

    karena ada masukan dari para customer yang banyak menggalang donasi, tapi kesulitan mencari barang. Dari sini,saya tergerak memproduksi APD. Khusus pemesan yang memang fokus donasi, kita beri harga 50 persen lebih murah di pasaran” urainya.

    Ditanya perihal kerugian, Ivan mengaku, pastinya merugi. Tapi, Ia menganggap ini sebagai ikhtiar dan berperan aktif untuk sosial, terutama bagi para tim medis. Perharinya, dapat memperoduksi hingga 70 pcs. Dan, untuk pembuatan pola Baju Hazmat, dirinya memanfaatkan meja pingpong yang sementara tidak dipakai oleh pihak RT.

    Kalau ditanya rugi, sebetulnya sejak awal munculnya pandemi corona kita sudah rugi.Tapi paling tidak, saya bisa membantu tim medis agar lebih semangat. Cara ini, juga bagian dari ikhtiar kita menghadapi pandemi corona saat ini”pungkasnya.(bud)

    Reporter : Arya Budi

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan