Sebelumnya Jokowi menyampaikan, dirinya baru saja kembali dari Korea Selatan untuk menghadiri KTT ASEAN-Korea dan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. KTT dan pertemuan bilateral ini terutama berfokus pada bisnis dan investasi. “Melalui diskusi dengan kalangan bisnis, ada harapan yang tinggi untuk memperkuat kemitraan ASEAN,” katanya.
Jokowi menilai hal itu tidak mengejutkan karena ekonomi ASEAN saat ini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik daripada rata-rata pertumbuhan ekonomi global.
Mengutip Managing Director International Monetery Fund (MF) Kristalina Georgieva, Jokowi mengatakan, ASEAN adalah titik terang dalam perekonomian dunia. Di saat negara-negara maju menghadapi masyarakat yang menua, ASEAN menikmati dividen demografi.
“Ketika beberapa negara maju memilih proteksionisme, ASEAN terus membuka ekonominya. Ekonomi ASEAN akan terus tumbuh selama pemeliharaan ekosistem perdamaian seperti selama 52 tahun terakhir. Bermitra dengan ASEAN adalah kemitraan yang bermanfaat,” terangnya.
Karena itu, Jokowi berharap para pebisnis dari negara-negara Eropa memiliki pandangan yang sama termasuk dari Uni Eropa (UE). “Bisnis dari UE tidak asing dengan ASEAN namun tekad dan langkah pebisnis Eropa masih tertinggal di belakang mitra ASEAN-nya,” ujarnya. (wt)





