Senin, 22 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Khofifah Minta Pemda Ikut Perhatikan Korban Napza

    Khofifah Minta Pemda Ikut Perhatikan Korban Napza

    Surabaya – Kunjungan Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menengok anak-anak panti rehabilitasi sosial korban napza di Institusi Peduli Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Bambu Nusantara Surabaya meninggalkan kesan haru dan riang.

    Khofifah memberi motivasi para pasien.
    Suasana begitu hangat dan riang ketika Khofifah datang tiba menengok pasien yang masih terbilang muda. Khofifah menyapa, mengelus satu per satu anak-anak panti sambil memberi motivasi.

    Bersama anak-anak panti, Khofifah menyanyikan lagu ‘ibu’ ciptaan Rhoma Irama. Khofifah bersama para konselor dan anak panti begitu riang.

    Menteri Sosial 2014-2018 memotivasi anak-anak agar tetap menjaga ibadah serta membaktikan diri kepada orang tuanya.

    “Nak teruskan sekolah dengan baik. Jangan pernah lukai kedua orang tuamu ya, nak. Jangan pernah lukai perasaan, ibumu. Bahagiakan orangtuamu, bahagiakan ibumu. Insyaallah hidupmu juga akan bahagia,” tutur Khofifah sambil mengelus salah satu pundak anak panti.

    Baca juga :  DPRD dan Pemerintah Setujui Nota Perubahan KUA PPAS APBD Jatim

    Khofifah Minta Pemda Ikut Perhatikan Korban Napza
    Khofifah Minta Pemda Ikut Perhatikan Korban Napza

    Dalam kesempatan yang sama, demi menangani korban dan mebasmi peredaran narkoba Khofifah meminta pemerintah kota/kabupaten ikut bergerak memberi perhatian kepada pasien. Sebab, Jawa Timur disebut termasuk daerah yang memerlukan perhatian khusus untuk menangani narkoba.

    “Saya berharap pemkab/pemkot menghitung berapa peksos (pekerja sosial) yang berada di bawah koordinasinya. Hari ini kita butuh sakti peksos lebih banyak karena Jawa Timur ini narkoba nomor satu. Kadang nomor dua tapi naik lagi jadi nomor satu. Jadi tingginya korban narkoba di Jawa Timur, harus berseiring dengan maksimaisasi IPWL,” ungkapnya.

    Saat ini, dikatakan Khofifah, IPWL Kementerian Sosial relatif meningkat dari 48 menjadi 160 institusi pada 2017. Soal regulasi terkait Napza juga disebut perlu pembaruan.

    Baca juga :  Khofifah Ikut Coklit Pemilu, Pemilih Terakhir dan Terdaftar di TPS 19

    Korban penyalahgunaan napza, dinilai perlu perhatian rehabilitasi dari pihak-pihak terkait. Anak-anal narkoba harus diberi perhatian konseling.

    “Mereka harus dirawat, mereka harus diberi konseling karena anak-anak ini kalau dia dia distigma dia makin jauh. Dia harus diberi konseling. Maka konselor itu penting,” pungkasnya.(min)

    Editor : Sabarudin

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2018 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan