Kediri  

IJTI Gelar Ngaji Jurnalistik, Dewan Pers: Sebelum Bicara Kebenaran, Etika Lebih Dulu

IJTI Gelar Ngaji Jurnalistik, Dewan Pers: Sebelum Bicara Kebenaran, Etika Lebih Dulu
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat memberikan sambutan dalam kegiatan Ngaji Jurnalistik IJTI bertema Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat 27 Februari 2026. (Foto: Istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar Ngaji Jurnalistik bertema Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat 27 Februari 2026.

Forum ini menjadi ruang refleksi bagi jurnalis televisi untuk meneguhkan peran etika dan nurani di tengah derasnya disrupsi teknologi kecerdasan buatan.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan pers harus mampu bertahan di tengah perubahan zaman yang cepat. “Di tengah disrupsi pers harus survive, itu hukum alam,” ujarnya dalam rilis tertulisnya di Kediri, Sabtu 28 Februari 2026.

Namun, menurutnya, daya tahan itu tidak boleh mengorbankan prinsip dasar jurnalistik.

“Sebelum bicara kebenaran, etika lebih dulu,” katanya.

Ia menjelaskan etika berkaitan dengan hati dan rasa, yang menjadi fondasi profesi jurnalis. Dalam era ketika kecerdasan buatan mampu memproduksi dan mendistribusikan informasi secara instan, aspek moral justru semakin penting untuk dijaga.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ramadan IJTI ini juga diisi diskusi menghadirkan Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi, perwakilan Bappenas Yunes Herawati, Kabid Teknologi AMSI Heru Tjatur, serta Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan.

Dalam diskusi itu mengemuka pandangan bahwa arus informasi berbasis algoritma AI bergerak semakin cepat dan masif. Di tengah situasi tersebut, peran manusia sebagai penjaga nilai dinilai tidak tergantikan.

Penulis: Moch Abi Madyan