SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Pemkot Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) berkolaborasi dengan Universitas Kristen (UK) Petra dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi. Program kolaborasi internasional ini, mengajak 60 mahasiswa dari UK Petra dan Singapura terjun langsung membedah tantangan manajemen serta operasional koperasi yang berada di Jalan Tambak Wedi.
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi mengatakan bahwa program kolaborasi ini adalah wujud komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kelas UMKM melalui digitalisasi. Ia menjelaskan, Koperasi SMB merupakan salah satu padat karya unggulan yang berhasil memberdayakan warga kurang mampu. Meski omzet terus meningkat dan mulai merambah pasar swasta, tetapi sistem operasional di dalamnya dinilai perlu sentuhan teknologi.
“Kami mengedepankan bentuk koperasi untuk menaungi UMKM jahit ini. Saat ini perkembangannya bagus, sudah menerima order di luar pemerintah. Namun, kerja sama dengan UK Petra ini penting untuk membangun aplikasi stokis dan pemasaran agar pengelolaan barang dari bahan baku masuk hingga produksi selesai tidak lagi manual,” ujar Mia.
Jika prototipe digitalisasi ini berhasil, Pemkot berencana mereplikasinya ke UMKM lain di Kota Pahlawan. “Ini meminimalisasi potensi barang tercecer atau kesalahan hitung yang sering terjadi pada sistem manual,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya sekadar kunjungan budaya saja, tetapi juga menggunakan metode hackathon, di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari terakhir untuk dapat menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi.
“Output-nya adalah prototipe berbasis web. Kami melibatkan mahasiswa Bisnis dan Informatika untuk membangun sistem menggunakan machine learning. Jadi, pengambilan keputusan ke depan harus berdasarkan data yang dimiliki oleh koperasi,” jelas Vido.
Menurutnya, akan ada tiga fokus utama pengembangan bagi Koperasi SMB yang dilakukan mahasiswa melalui digitalisasi. Pertama adalah perbaikan sistem pencatatan internal, memperluas jangkauan pasar dan persiapan pembukaan toko fisik (stokis) tahun 2026.





