Sementara itu untuk distribusi di wilayah Kab. Kabupaten Mojokerto, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 156.513 orang. Data tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Kementerian Sosial RI.
Secara nasional, program ini menyasar lebih dari 33 juta penerima, dengan alokasi bantuan masing-masing 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
“Penyaluran kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Jadi setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Husin.
Husin berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, serta tidak disalahgunakan.
“Kami mengimbau agar bantuan ini digunakan langsung oleh penerima dan tidak diperjualbelikan,” tegasnya.
Secara terpisah, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, yang hadir saat penyaluran bahan pangan tersebut menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya pasca Lebaran.
“Selain menjaga harga tetap stabil, bantuan ini juga bertujuan mempertahankan daya beli masyarakat,” ungkap Gus Barra, di konfirmasi, Jum at, (3/4/2026).
Dijelaskan, penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, yakni kategori desil 1 hingga desil 5, berdasarkan hasil pendataan berjenjang mulai dari tingkat desa hingga pusat.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian data penerima bantuan.
“Jika ditemukan data ganda atau tidak tepat sasaran, silakan dilaporkan melalui pemerintah desa atau Dinas Sosial agar segera diperbaiki,” jelas Gus Barra.
Dengan dimulainya program ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,”pungkasnya. (*)





