Ekbis  

Airlangga Dorong Sinergi Internal, Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5% di Triwulan I

Airlangga Dorong Sinergi Internal, Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5% di Triwulan I
Kemenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Halal Bi halal di Kantor Kemenko Senin (6/4/2026)

Jakarta WartaTransparansi.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi internal untuk menjaga kinerja perekonomian nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (6/04).

Dalam sambutannya, Airlangga menyebut momentum Idul Fitri sebagai titik awal untuk membangun kembali semangat kerja dan kolaborasi antarunit. Ia berharap momen tersebut dapat menjadi energi baru bagi seluruh jajaran dalam meningkatkan kinerja dan memperkuat soliditas internal.

“Momentum Idul Fitri ini menjadi kesempatan untuk kembali pada kondisi fitrah, sekaligus memperkuat semangat dan sinergi antarunit kerja,” ujar Airlangga.

Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi selama periode libur Lebaran 2026 tetap menunjukkan tren positif. Tingginya mobilitas dan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong perputaran ekonomi domestik.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53% dari proyeksi awal sebesar 143,92 juta orang. Selain itu, sekitar 17,27 juta orang melakukan perjalanan wisata, yang turut mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Kondisi tersebut dinilai memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 dapat mencapai kisaran 5,5%, seiring dengan tetap terjaganya konsumsi masyarakat.

Di tengah tantangan global, pemerintah terus mengakselerasi langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan. Salah satunya melalui optimalisasi dan refocusing anggaran sebesar Rp130,2 triliun yang dialihkan ke belanja produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, kebijakan efisiensi energi juga terus didorong, termasuk penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sebagai bagian dari transformasi pola kerja yang lebih adaptif dan efisien.

Pemerintah juga tengah mempersiapkan implementasi program strategis lainnya, seperti pengembangan bahan bakar nabati B50 yang direncanakan mulai diterapkan pada 2026 untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menutup pernyataannya, Airlangga menegaskan pentingnya menjaga optimisme dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan, sekaligus mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana arahan Presiden. (*)

Penulis: Hidayati FirliEditor: Amin