“Nah, pada saat itu memang dia benar mengalami patah tulang di kakinya,” kata Solichin.
Namun soal sebabnya, ia punya versi lain. “Informasi dari yang bersangkutan sendiri menyampaikan ke saya bahwa yang bersangkutan jatuh karena terpeleset,” klaimnya.
Ia menambahkan biaya perawatan ditanggung pihak lapas. “Itu yang nanggung langsung pihak Lapas.”
Saat dikonfirmasi soal nama R yang disebut Faisol, Solichin menjawab singkat. “Oh masih ada, masih ada. Dia sebagai staf pengamanan di Lapas Kediri,” jelasnya.
Terkait dugaan intimidasi setelah Faisol bebas, Solichin mengaku terkejut. “Saya malah kaget juga, lho, kok ada WA (informasi itu).”
Ia berjanji menelusuri. “Nanti tetap itu nanti akan saya telusuri. Kalau memang benar, akan saya tindak yang bersangkutan,” tuturnya.
Ia menegaskan tindakan kekerasan atau intimidasi merupakan pelanggaran disiplin. “Ini kan termasuk juga di kedinasan ini. Berarti kalau yang bersangkutan melakukan kesalahan seperti kekerasan dan lain sebagainya, berarti itu harus ada hukuman disiplinnya. Di internal kita pasti ada hukuman tingkat disiplin, nantinya akan kita tindak lanjuti,” kata Solichin.(*)





