“Jalan aspal maupun cor tidak boleh tergenang air lebih dari 6 jam. Jalan kalau sudah tergenang air pasti rusak,” terangnya.
Jalan yang berlubang, lanjut dia, ditangani dengan dilakukan penambalan baik itu menggunakan lapen maupun hotmix dan prioritas utama ruas jalan poros yang menjadi jalur mudik seperti ruas Gurah-Pagu hingga nanti perbatasan Jombang, ruas Pare-Papar, ruas Wates hingga perbatasan Kota Kediri.
“Kita tangani lubang-lubang yang memang parah. Nanti setelah hari raya kita lakukan penanganan secara regular,” imbuhnya.
Dengan kondisi kerusakan yang ada dan waktu yang terus berjalan, penanganan perbaikan jalan dilakukan dengan langsung menerjunkan 6 tim yang menyebar pada titik-titik yang ditentukan. Adapun pada titik yang diperbaiki, pihaknya meminta penanganan termasuk pada drainase sekitar untuk mencegah kembali muncul genangan air.
“Seperti hari ini, dua tim bergerak untuk penanganan ruas Pagu-Bogo, Badas-Kunjang, besuk dua tim untuk ruas Bogo – Kunjang dan Badas – Kunjang,” urai Irwan.
Adapun ruas jalan yang sudah dikerjakan berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Kediri yakni ruas Mojokerep-Purwoasri, Kras-Kanigoro, Sambirejo-Sumberejo, Wates-Plosoklaten, Tertek-Siman, Kranding-Petungroto, Wonosari-Bulupasar, Gurah-Pagu, Karangdinoyo-Puncu, Kranggan-Plosoklaten.(Adv/PKP/abi).





