Ngabuburit di Tugu Pahlawan, Bisa Kulineran Sekaligus Belajar Sejarah

Ngabuburit di Tugu Pahlawan, Bisa Kulineran Sekaligus Belajar Sejarah
Ramadan tahun ini terasa semakin semarak dengan hadirnya kembali kegiatan ngabuburit di kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember.

Acara digelar di area ruang terbuka hijau depan Tugu Pahlawan. Panitia telah menyediakan tempat duduk, namun pengunjung juga diperbolehkan membawa tikar atau kursi lipat sendiri dengan konsep santai seperti mini camping. Meski demikian, kebersihan tetap menjadi prioritas utama.

“Silakan menikmati suasana sore di Tugu Pahlawan, tapi tetap jaga kebersihan. Itu yang paling penting,” tegas Saida.

Antusiasme masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya terbilang tinggi, terutama saat akhir pekan dengan dominasi anak muda. Meski sempat terkendala hujan pada salah satu hari pelaksanaan, tren kunjungan disebut terus mengalami peningkatan.

Dengan harga tiket masuk mulai Rp5.000, masyarakat sudah bisa menikmati rangkaian acara sekaligus mengunjungi museum. Tiket dapat dipesan melalui laman tiketwisata.surabaya.go.id.

Ke depan, Pemkot Surabaya berharap kegiatan bernuansa kepahlawanan ini terus berkembang dan semakin rutin digelar, tidak hanya saat peringatan 10 November, tetapi juga dalam momentum-momentum lain selama setahun.

“Ngabuburit tetap berjalan, tetapi tetap sarat edukasi sejarah dan nilai perjuangan Kota Surabaya. Itu yang ingin terus kami kuatkan,” ujarnya. (*)

Editor: Wetly