Pemkot Surabaya Gelontor Rp40 M untuk Perbaikan Jalan Berlubang

Pemkot Surabaya Gelontor Rp40 M untuk Perbaikan Jalan Berlubang
Dalam sehari, sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) perbaikan jalan menghabiskan hingga 60 ton hotmix.

“Yang pasti kami langsung turun. Jadi begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Hidayat.

Hidayat juga menjelaskan bahwa jumlah tim Satgas telah ditingkatkan untuk memperkuat respons cepat. Termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) dan tambahan tim malam hari, terutama selama Ramadan.

“Awalnya memang dari lima tim kita tingkatkan jadi delapan, plus dengan satu yang untuk URC, jadi sembilan tim. Terus untuk malam hari kami siapkan ada tiga tim. Karena Ramadan ini kan banyak kegiatan, biasanya aktivitas malam juga tambah banyak, jadi kita fokus ke situ supaya pelayanan tetap maksimal,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan bahwa setiap tim telah dilengkapi armada dan peralatan lengkap untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

“Jadi dalam sehari kita bisa menghabiskan 50-60 ton hotmix. Jadi dari sembilan satgas tadi itu mereka ada armada truk untuk mengangkut hotmixnya, sehingga distribusi material ke titik-titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.

Dedy memaparkan, selain truk pengangkut hotmix, setiap tim Satgas juga dilengkapi kendaraan pickup serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.

“Jadi masing-masing tim itu bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix di masing-masing truk. Jadi totalnya kurang lebih sehari bisa 60 ton untuk perbaikan jalan-jalan yang berlubang, tergantung tingkat kerusakannya,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya juga membutuhkan dukungan masyarakat agar perbaikan jalan bisa segera direspons dengan cepat. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya.

“Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang. Partisipasi warga bisa melalui aplikasi WargaKu, atau juga telepon ke 112, sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi,” ujarnya. (*)

Editor: Wetly