Kota Surabaya Mewakili Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026

Kota Surabaya Mewakili Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.

Model pembangunan anak yang dipresentasikan Surabaya mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan para peserta forum dari berbagai negara. Pendekatan Surabaya dinilai berhasil menerjemahkan konsep Child-Friendly City ke dalam praktik nyata yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas, sekaligus mampu menjawab tantangan global terkait kesejahteraan serta kesehatan mental anak dan remaja.

“Keikutsertaan Surabaya dalam TGFC 2026 didukung oleh rekam jejak yang kuat. Surabaya tercatat tujuh kali berturut-turut meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional, serta menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang tergabung dalam CFCI UNICEF,” ungkapnya.

Selain perwakilan dari Pemkot Surabaya, forum ini juga menghadirkan suara anak secara langsung melalui keikutsertaan Revalina Fernanda, siswi SMPN 1 Surabaya, anggota Forum Anak Surabaya dan Organisasi Pelajar (ORPES) Kota Surabaya, sekaligus Eco Student (Junior) of the Year 2025 dan Putri V Lingkungan Hidup 2024.

“Kehadirannya mencerminkan praktik partisipasi bermakna anak yang selama ini dikembangkan di Surabaya, di mana anak berperan aktif menyampaikan gagasan, pengalaman, dan harapan mereka terhadap kota tempat mereka tumbuh,” imbuhnya.

Selama presentasi, Revalina memaparkan pengalaman tumbuh di Surabaya sebagai kota ramah anak, termasuk akses terhadap ruang aman, pendidikan lingkungan, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, serta dukungan kota terhadap berbagai inisiatif anak muda.

Partisipasi Surabaya sebagai wakil satu-satunya Indonesia di Tokyo Global Forum on Children 2026, menegaskan bahwa pembangunan kota berkelanjutan harus dimulai dari anak dan keluarga.

Melalui pendekatan yang holistik, integratif, dan berbasis komunitas, Surabaya menunjukkan bahwa kota di Indonesia mampu berdiri sejajar dan berkontribusi nyata dalam diskursus global tentang masa depan generasi muda. (*)

Editor: Wetly