SURABAYA, WartaTransparansi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen pada tahun 2026. Untuk mendukung target tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan program pemasangan listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin (RTM) yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Program ini menjadi bentuk intervensi langsung Pemprov Jatim dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, khususnya bagi rumah tangga yang hingga kini belum menikmati akses listrik.
“Saat ini rasio elektrifikasi Jawa Timur sudah berada di angka 99 persen. Kita ingin mendorong percepatan agar segera mencapai 100 persen melalui program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat miskin,” ujar Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (5/2/2026).
Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,89 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pembiayaan Bantuan Instalasi dan Sambungan Rumah (IRSR) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero), sekaligus pemberian token listrik senilai Rp300 ribu bagi setiap penerima manfaat.
“Token listrik ini bisa dimanfaatkan hingga sekitar enam bulan pemakaian awal, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya sejak awal,” jelas Khofifah.
Secara teknis, calon penerima bantuan diusulkan melalui mekanisme identitas penerima IRSR dengan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4. Data calon penerima diinput melalui aplikasi SIPD dan harus memenuhi kriteria rumah tangga miskin yang belum berlistrik, namun berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan PT PLN (Persero).
Selain pemasangan instalasi dan sambungan listrik, penerima bantuan juga memperoleh masa pemeliharaan selama satu tahun. Pemprov Jatim bersama pihak terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan program berjalan optimal.
Adapun penerima manfaat tersebar di sejumlah daerah, antara lain Pacitan (400 RTM), Ponorogo (300), Trenggalek (300), Tulungagung (100), Kabupaten Blitar (178), Kabupaten Kediri (200), Kabupaten Malang (100), Banyuwangi (300), Bondowoso (100), Situbondo (100), serta Kabupaten Probolinggo (20 RTM).
“Dengan intervensi ini, kami optimistis target elektrifikasi 100 persen di Jawa Timur dapat segera tercapai sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin,” pungkasnya. (*)





