Dishub Surabaya dan PJS Cari Solusi atas Maraknya Penindakan Tipiring Jukir

Dishub Surabaya dan PJS Cari Solusi atas Maraknya Penindakan Tipiring Jukir
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menerima audiensi Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS).

“Oleh karena tempatnya itu harus ada, karena pengguna jasa parkir yang memarkirkan kendaraan itu tetap ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trio juga mengingatkan pentingnya kelengkapan atribut resmi bagi para jukir. Pihaknya menekankan bahwa penggunaan atribut menjadi penanda legalitas juru parkir di lapangan.

“Kalau mereka dilengkapi KTA (Kartu Tanda Anggota) petugas parkir atau Jukir yang masa berlakunya masih ada, terus memakai rompi memakai peluit, silakan, sampaikan saja. Pak, saya ini petugas parkir resmi dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya,” jelas Trio.

Menjawab permintaan PJS terkait penambahan atribut, Trio menyatakan Dishub Surabaya siap memfasilitasi kebutuhan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pembaruan atribut akan dilakukan secara bertahap, termasuk pembagian rompi baru dan KTA.

“Jadi ketika mereka validasi itu kami berikan juga rompi baru, rompi yang warna merah, peluit serta kartu tanda anggota yang masa berlakunya sampai dengan 31 Desember 2026. Juni nanti kami akan bagi kembali rompi untuk petugas parkir tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS), Izul Fiqri menyampaikan, audiensi tersebut bertujuan untuk memperoleh kejelasan sikap serta tanggung jawab Dishub Surabaya terhadap persoalan yang dihadapi jukir.

“Kita hari ini sebenarnya bukan rapat, kita cuma meminta keterangan dari Dinas Perhubungan, meminta pertanggung jawaban Dinas Perhubungan,” ujar Izul.

Izul menilai, penindakan Tipiring yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan jukir. Sebab, kata dia, mereka tetap diwajibkan menyetor retribusi sementara di sisi lain justru menghadapi Tipiring.

Selain itu, PJS juga berharap adanya pembenahan sistem parkir, khususnya terkait pemerataan atribut bagi jukir yang bertugas di lokasi-lokasi besar dengan jumlah petugas lebih dari satu orang.

“Tolong bekali juru parkir atribut jangan cuma satu. Kalau memang lokasinya besar dan yang jaga lebih dari satu, sejumlah petugas parkir itu dikasih semua,” harapnya.

Adapun terkait juru parkir yang KTA-nya belum aktif atau sudah tidak berlaku, Izul memastikan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan imbauan agar para jukir segera melengkapi administrasi sesuai ketentuan. (*)

Editor: Wetly