Lapangan Karanggayam Tuntas, Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Wisma

Lapangan Karanggayam Tuntas, Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Wisma
Pembangunan lapangan Karanggayam di kawasan Tambaksari, dipastikan telah rampung. Selanjutnya, Pemkot Surabaya kebut pembangunan Wisma Karanggayam.

Bahkan, untuk mendukung aktivitas latihan, Pemkot Surabaya juga akan menyediakan tribun penonton bersifat portable. “Ada tribun yang tapi nggak full, hanya portable. Jadi pada waktu latihan ada tribun yang memang dia bisa ditarik, bisa dipasang, tapi tidak permanen. Tapi dia portable, sehingga (penonton) bisa melihat,” ujarnya.

Sementara terkait progres pembangunan, Wali Kota Eri menargetkan seluruh fasilitas pendukung, termasuk ruang ganti dan bangunan wisma, dapat rampung pada pertengahan tahun 2026. Ia berharap momentum tersebut bertepatan dengan peringatan hari jadi Persebaya.

“Nanti pembangunan-pembangunan yang dilakukan terkait dengan tempat ganti dan lain-lain, insyaAllah bangunan ini akan selesai di bulan Mei atau Juni (2026). Sehingga pada waktu ulang tahunnya Persebaya, sudah selesai. Bangunan sekaligus lapangannya, termasuk museum yang ada di GBT (Gelora Bung Tomo),” jelasnya.

Ia juga menegaskan Wisma Karanggayam akan diposisikan sebagai ikon sepak bola Surabaya yang tidak terpisahkan dari Persebaya dan Bonek. Menurutnya, kawasan ini bukan hanya fasilitas olahraga, tetapi simbol kebanggaan bersama warga Kota Pahlawan.

“Jadi ini kita akan lakukan. Ini menjadi ikonnya arek-arek Surabaya, ikonnya Persebaya, ikonnya Bonek,” imbuhnya.

Bahkan, Wali Kota Eri berencana melibatkan langsung suporter Persebaya atau Bonek dalam proses peresmian Wisma Karanggayam.

“Maka nanti yang meresmikan, saya berharap juga teman-teman Bonek yang meresmikan ini. Karena ini juga akan menjadi milik Bonek, menjadi kebanggaan pride-nya Bonek, termasuk museum nanti yang ada di GBT,” terangnya.

Dalam konsep pengembangan kawasan, Wali Kota Eri mengungkap bahwa Wisma Karanggayam juga akan menjadi ruang dokumentasi sejarah Persebaya dan Bonek, termasuk perjalanan suporter dari masa ke masa.

“Jadi nanti di tempat wisma ini tidak hanya ada sejarah terkait Persebaya menjadi juara, tapi sejarah bagaimana Bonek juga mulai awal sampai hari ini itu dengan suka dukanya, dengan jatuh bangunnya Persebaya, Bonek masih setia. Sehingga saya ingin membuat sejarah itu,” katanya.

Karena itu, Wali Kota Eri menegaskan Lapangan Karanggayam akan difokuskan sebagai pusat pembinaan dan pembibitan pemain muda, sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar.

“Jadi ini fokusnya adalah untuk pembinaan, pembibitan yang bagaimana kami bersinergi dengan Persebaya dan di situ nanti akan menggerakkan bisa mencari talenta-talenta muda Surabaya,” katanya.

Ia berharap, kehadiran pusat pelatihan Wisma Karanggayam tersebut dapat memberikan efek ganda, terutama dalam menggerakkan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Jadi bagaimana Wisma Karanggayam ini tidak hanya mengenang atau membangkitkan jiwa Bonek kita, tapi bisa menggerakkan ekonomi dari sepak bola,” pungkasnya. (*)

Editor: Wetly