“Semoga dengan percepatan ini sudah bisa dikerjakan di triwulan kedua, atau triwulan pertama. Di akhir triwulan pertama sudah bisa mulai ada proses terhadap Taman Pelangi untuk overpass-nya (flyover). Sehingga bisa mengurangi kemacetan warga Kota Surabaya,” jelasnya.
Terkait perencanaan teknis, Wali Kota Eri menyebut jika desain flyover telah dibahas dan disepakati bersama Kementerian PU sejak tahun sebelumnya.
“Jadi pada tahun kemarin sebelum pembongkaran, kami sudah berdiskusi dengan kementerian (PU) untuk menentukan desainnya. Bagaimana desainnya sudah kita tentukan, sehingga hari ini adalah proses perencanaan, sekaligus langsung bisa dilakukan pelelangan,” bebernya.
Flyover Taman Pelangi direncanakan memiliki dua hingga dua setengah lajur dengan nilai proyek sekitar Rp350-400 miliar. Proyek ini akan dibangun oleh Kementerian PU dan ditargetkan rampung pada awal tahun 2027.
“Jadi multiyears (tahun jamak), karena selesainya di awal 2027. Hari ini dilakukan perencanaan DED (Detail Engineering Design), setelah itu langsung dilakukan pelelangan dan pekerjaan, sehingga sampai di awal Januari 2027,” jelasnya.
Selain permasalahan kemacetan, Wali Kota Eri juga menggarisbawahi kawasan Taman Pelangi sebagai titik simpul banjir akibat pertemuan sejumlah aliran drainase.
“Karena di sini (Taman Pelangi) simpulnya macet, dan ini juga simpulnya banjir. Kenapa simpulnya banjir? Karena ini kan (aliran dari) saluran Kebon Agung,” ujarnya.
Untuk itu, Wali Kota Eri menekankan bahwa optimalisasi saluran dan rumah pompa di sejumlah titik wilayah Surabaya selatan akan dilakukan untuk mengendalikan aliran air agar tidak menumpuk di kawasan tersebut.
“Sehingga nanti yang arah Avour Wonorejo itu kosong. Sehingga aliran air yang dari Ketintang Baru tidak langsung lewat Ahmad Yani menuju ke Wonorejo, tidak melewati Wonocolo, tapi balik, diambil untuk lari masuk ke saluran yang ada di depannya (sekolah) Al Hikmah untuk menuju (sungai) Kebon Agung dilempar ke Kali Surabaya,” katanya.
Wali Kota Eri kembali menegaskan bahwa percepatan pembangunan di simpul Taman Pelangi menjadi prioritas pemkot untuk mengatasi kemacetan di wilayah Surabaya selatan.
“Yang terpenting di titik ini segera bisa dilakukan pembangunan, sehingga kemacetan crowded (macet) yang ada di simpul yang paling parah ini itu bisa terselesaikan di tahun ini,” tandasnya. (*)





