Pemkot Surabaya Gandeng PT Rumuskan Strategi Tekan Pengangguran

Pemkot Surabaya Gandeng PT Rumuskan Strategi Tekan Pengangguran
Pemkot Surabaya menggandeng perguruan tinggi (PT) untuk merumuskan strategi menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2026.

Irvan menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2025 meningkat menjadi 85,65 dari sebelumnya 84,69. Nilai investasi juga naik dari Rp40,48 triliun pada 2024 menjadi Rp43,6 triliun pada 2025.

“Pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat 5,76 persen, meningkat dibanding 2023 sebesar 5,70 persen. Angka kemiskinan pun turun dari 3,96 persen menjadi 3,56 persen pada 2025,” kata Irvan.

Kemudian untuk ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Surabaya turun dari 4,91 persen pada 2024 menjadi 4,84 persen pada 2025. Sementara Indeks Gini membaik dari 0,381 pada 2024 menjadi 0,369 pada 2025.

Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya telah menetapkan sejumlah target makro pembangunan, antara lain tingkat Kemiskinan 3,48 persen dan TPT 4,47 persen. Sedangkan IPM ditargetkan mencapai 85,26, Indeks Gini berada pada rentang 0,348-0,375, dan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,80 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Irvan menuturkan bahwa Pemkot Surabaya menyiapkan beberapa strategi utama. Di antaranya, adalah penguatan sinergi sumber daya manusia (SDM) dan inkubasi. Dimana perguruan tinggi berperan membina kualitas SDM kreatif termasuk Gen Z.

“Sementara pemerintah menyediakan ekosistem pendukung berupa pelatihan, inkubasi, pembiayaan, dan infrastruktur ekonomi kreatif,” tutur Irvan.

Yang kedua, melalui kolaborasi pentahelix dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan. Dimana Pemkot Surabaya dan Forum Rektor memimpin sinergi akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta pemerintah.

Selain itu, Irvan menyebut, Pemkot Surabaya juga mendorong kolaborasi program ekonomi kreatif berbasis Kampung Pancasila dan Gen Z.

“Program tersebut meliputi penguatan UMKM kreatif berbasis potensi lokal, inkubasi bisnis, branding, digitalisasi, hingga hilirisasi riset kampus menjadi produk kreatif,” papar Irvan.

Pada sisi Gen Z, Irvan menambahkan bahwa stimulasi dilakukan melalui program kreativitas konten digital, startup kreatif, event kreatif, hingga inkubator talenta muda. Termasuk pula melalui kompetisi ide inovatif, serta peran Gen Z sebagai motor promosi dan inovasi ekonomi kreatif.

“Sedangkan Kampung Pancasila diarahkan menjadi laboratorium sosial dan ekonomi kreatif, yang menanamkan nilai gotong royong, inklusivitas, dan kearifan lokal, sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya, seni, kuliner, dan ekonomi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

“Perguruan tinggi berperan penting dalam perekonomian Kota Surabaya. Maka dalam penyusunan perekonomian, BPS mengajak perguruan tinggi berpartisipasi dalam survei BPS dengan mengisi mandiri yang telah dikirimkan pada email perguruan tinggi,” ujar Arrief.

Ia menjelaskan, survei tersebut dilakukan secara triwulanan dengan tujuan meningkatkan keberagaman data sehingga berdampak pada kualitas penghitungan perekonomian Kota Surabaya.

“Survei ini bertujuan untuk meningkatkan keberagaman data yang berdampak pada semakin berkualitasnya penghitungan perekonomian Kota Surabaya,” jelasnya.

Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan berperan sebagai jembatan dalam proses pendataan mahasiswa, khususnya yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif. “Dengan tujuan untuk mendapatkan direktori mahasiswa yang berkontribusi pada ekonomi kreatif,” katanya.

Menurutnya, direktori tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkot Surabaya dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi generasi Z. (*)

Editor: Wetly