Imam Utomo Lantik Pengurus PMI Surabaya, Wali Kota Eri Dorong Sinergi dengan Kampung Pancasila

Imam Utomo Lantik Pengurus PMI Surabaya, Wali Kota Eri Dorong Sinergi dengan Kampung Pancasila
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Imam Utomo melantik, Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Surabaya masa bakti 2026-2031.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil Musyawarah Kota Surabaya dan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran PMI ke depan. Ia memberikan apresiasi atas kepemimpinan Wali Kota Surabaya yang dinilai berhasil membawa PMI Surabaya menjadi rujukan nasional.

“PMI Kota Surabaya tidak hanya unggul dari sisi kinerja, tetapi juga berhasil mencatat prestasi strategis dengan menjadi yang pertama di Indonesia dalam memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik atau CPOB,” ungkap Imam.

Dia menjelaskan, bahwa standar CPOB yang telah diraih PMI Surabaya telah memenuhi ketentuan internasional, baik dari sisi peralatan, tata kelola, maupun prosedur operasional. Hal ini memungkinkan pengembangan layanan pengolahan plasma darah yang kini telah dimanfaatkan untuk kebutuhan obat hingga tingkat nasional dan internasional.

“Standar CPOB ini harus terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten. Ini menjadi kekuatan besar PMI Surabaya,” ujarnya.

Imam juga menilai kuatnya sistem pembinaan relawan di Surabaya yang dinilai sudah sangat lengkap dan terstruktur. Dukungan berbagai pihak, termasuk para pendamping dan tim pendukung, dinilai berperan besar dalam menjaga kelancaran kinerja PMI Kota Surabaya.

Kepada pengurus baru, Imam berpesan agar memahami dan menjalankan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI. Ia menekankan bahwa pengurus PMI adalah relawan yang harus bekerja dengan semangat pengabdian dan kepatuhan terhadap aturan.

“Selain itu, pentingnya kesiapsiagaan PMI menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang belakangan sering terjadi. Sehingga seluruh jajaran PMI memastikan kesiapan relawan dan posko agar PMI dapat hadir cepat di tengah masyarakat saat bencana terjadi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Surabaya terpilih Lilik Arijanto menyatakan komitmennya untuk segera melakukan penyesuaian dan penguatan organisasi. Ia menegaskan bahwa standar pelayanan minimal akan menjadi perhatian utama kepengurusan baru.

“Dalam waktu dekat, kami akan fokus menyusun dan menyelaraskan program kerja PMI agar terintegrasi dengan program Kampung Pancasila. Dengan demikian, program PMI bisa lebih dirasakan manfaatnya hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” ujar Lilik.

Dia juga berharap jaringan relawan PMI yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Surabaya dapat menjadi motor penggerak dalam menjaring relawan baru, sehingga kinerja PMI ke depan semakin kuat dan berdampak luas bagi kemanusiaan.

“Dengan masuknya program-program PMI ke dalam skema tersebut, kami optimistis kegiatan PMI dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga produktivitas dan dampak kinerja PMI akan semakin meningkat,” ujarnya. (*)

Editor: Wetly