“Kami berdoa bersama untuk mengenang serta menghormati para korban dan keluarga. Juga wujud simpati kepada mereka. Ini adalah sesuatu yang kami harapkan tidak akan pernah terjadi lagi dalam sepak bola, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia,” tambahnya.
Gerbang 13 lebih dari sekadar pintu masuk Stadion Kanjuruhan. Ia adalah saksi bisu jeritan, teror, dan kehilangan. Kehadiran para pemain Persik Kediri pada saat itu membangkitkan kenangan pahit akan tragedi yang mengubah wajah sepak bola nasional selamanya.
Pertandingan Arema FC vs. Persik Kediri dijadwalkan akan dimainkan pada hari Minggu, 11 Januari 2026. Namun sebelum peluit pembukaan, Persik memutuskan untuk menundukkan kepala, untuk menghormati mereka yang tidak pernah kembali dari stadion dan dengan harapan bahwa tragedi serupa tidak akan pernah lagi menghantui sepak bola, di mana pun ia dimainkan.(*)





