KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Datang sebagai tim tamu, tak menyudutkan nyali Persik Kediri untuk membidik hasil maksimal saat menantang Arema FC pada laga pekan ke-17 Super League, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/1).
Skuad asuhan pelatih Marcos Reina itu membawa modal kepercayaan diri dan kesiapan penuh untuk meraih kemenangan dalam salah satu laga bergengsi di Jawa Timur (Jatim) tersebut.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menilai laga kontra Arema FC memiliki arti penting bagi posisi kedua tim di klasemen. Selisih poin yang tipis membuat pertandingan ini bukan sekadar derby sarat gengsi, tetapi juga krusial dalam persaingan papan tengah menuju jalur atas. Selain aspek teknis, laga ini juga menyimpan emosi besar bagi dua kota dengan basis suporter fanatik, Kediri dan Malang.
Di luar persiapan teknis, Persik Kediri juga menunjukkan sikap respek dengan menyempatkan diri mengunjungi Gate (gerbang.red) 13 Stadion Kanjuruhan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenang dan mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan, sebuah peristiwa yang masih menyisakan luka mendalam bagi sepak bola Indonesia.
” Kami erasa sedih setelah mendengar detail tragedi tersebut dan berharap kejadian serupa tidak pernah terulang lagi di sepak bola Indonesia maupun dunia,” ucapnya, dalam konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu 10 Januari 2026.
Reina mengaku merasakan kesedihan mendalam setelah mengetahui detail tragedi tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali, baik di Indonesia maupun di belahan dunia mana pun. Namun, ia menegaskan bahwa empati dan penghormatan tersebut tidak mengurangi fokus tim untuk tetap tampil kompetitif di pertandingan.
Terkait kondisi Arema FC yang belum sepenuhnya stabil saat bermain di kandang, pelatih asal Spanyol itu menilai situasi tersebut bukan keuntungan bagi Persik Kediri. Bermain tandang tanpa dukungan penuh suporter sendiri tetap menjadi tantangan, terlebih menghadapi tim sekelas Arema FC.





