Minggu, 25 Februari 2024
25 C
Surabaya
More
    OpiniPojok TransparansiPilpres dan Pelajaran Berharga dari Final Sepak Bola Piala Asia

    Pilpres dan Pelajaran Berharga dari Final Sepak Bola Piala Asia

    Sepak bola memang permainan dengan masing-masing 11 pemain di lapangan hijau, dengan seorang wasit dan 2 asisten wasit. Juga asisten wasit berbasis teknologi bernama VAR.

    Sebagaimana diketahui Asisten Wasit Video (Inggris: Video Assistant Referee) atau VAR adalah asisten wasit sepak bola yang bertugas meninjau keputusan wasit kepala dengan melihat rekaman video instan dan headset sebagai alat komunikasi. VAR bertujuan untuk meminimalisasi faktor kesalahan manusia yang dapat menyebabkan pengaruh besar pada hasil pertandingan. Setelah uji coba ekstensif di sejumlah kompetisi besar, VAR kemudian dituliskan untuk pertama kalinya ke dalam Laws of the Game oleh International Football Association Board (IFAB) pada tahun 2018.

    Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 14 Februari 2023, juga menggunakan analisis keberhasilan dengan sejumlah survei untuk meyakinkan bahwa kondisi pemilih atau perolehan suara, lebih dahulu ditafsirkan melalui survei sangat terpercaya.

    Hasil pertandingan final Piala Asia 2023 (2024) di Qatar, tuan rumah Qatar terbukti berhasil memanfaatkan teknologi VAR untuk memenangkan pertandingan dengan memperoleh tiga tendangan pinalti. Minggu dini hari (11/2/2024).

    Penyerang kribo Akram Afif dengan cerdik berhasil membuat Hatrick melalui titik putih. Dua kali tendangan keras ke sebelah kanan penjaga gawang Yordania, Yazeed Abu Laila pada menit (22, 73). Dan terakhir di arahkan ke sebelah kiri menit (90+5)

    Tetapi kemenangan Qatar atas Yordania, tidak lebih dari kemenangan karena VAR dan faktor tuan rumah. Sementara permainan di atas lapangan hijau Yordania lebih mengusai. Bahkan mampu menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi hanya mampu bersarang satu gol pada menit 67 hasil tendangan kaki kiri Yazad Al-Aimat, anggap saja sebagai gol hiburan.

    Pelajaran berharga partai bergengsi antara Yordania versus Qatar ialah, keindahan dan kemampuan menguasai permainan, ternyata tidak menjamin memenangkan pertandingan.

    Perhelatan pesta demokrasi Pilpres pada 14 Februari 2024, tiga pasangan calon (Paslon) sudah melakukan berbagai model kampanye untuk menaklukkan pemilih dan berusaha meraih suara sebanyak-banyaknya.

    Baca juga :  Mengenang Wartawan Sakti Sawung Umbaran : Menghadap Ilahi Rabbi Selepas Salat Maghrib

    Sebagaimana diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tiga pasangan calon (paslon) calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada gelaran Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    Dilansir dari CNBC.Indonesia.com bahwa Populi Center merilis hasil survei simulasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 pada hari ini, Rabu (7/2/2024). Responden diminta memberikan jawaban paslon mana yang akan dipilih.

    Survei bertajuk ‘Peluang Pemilu Satu Putaran’ ini dirilis, Rabu (7/2/2024). Survei dilakukan pada 27 Januari hingga 3 Februari 2024, jumlah responden 1.500 yang tersebar di 38 Provinsi secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

    Metode survei yang digunakan acak bertingkat atau multistage random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka melalui aplikasi survei Populi Center. Margin of error (MoE) survei ± 2,53% pada tingkat kepercayaan 95%.

    Berikut hasilnya:
    01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar: 22,1%

    02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming: 52,5%

    03 Ganjar Pranowo-Mahfud Md: 16,9%

    Belum memutuskan: 6,3%

    Menolak menjawab: 2,2%

    Sedangkan Lembaga Survei LSI Denny JA merilis survei terkait elektabilitas peserta Pilpres 2024. Hasil survei ini dipaparkan oleh peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, Selasa (30/1/2024) dengan tanggal survei 16-26 Januari 2024.

    Metode penentuan sampel yakni multi stage random sampling, didapatkan 1.200 responden. Teknik pengumpulan data yakni wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Dalam survei ini margin of error +-2,9%

    Dalam survei ini dilakukan simulasi kertas suara dengan tiga pasangan peserta Pilpres 2024. Hasilnya sebagai berikut:

    Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 50,7%

    Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 22%

    Ganjar Pranowo-Mahfud Md 19,7%

    Suara tidak sah 0,7%

    Baca juga :  Mengenang Wartawan Sakti Sawung Umbaran : Menghadap Ilahi Rabbi Selepas Salat Maghrib

    BM/Rahasia/TT/TJ 6,9%

    Sementara Lembaga survei Charta Politika merilis survei terbaru, salah satunya elektabilitas 3 pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bertarung di Pemilu 2024, pada Minggu (21/1) yang lalu. Survei menunjukkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul dibanding pasangan lainnya.

    Survei dilakukan pada 4-11 Januari 2024 terhadap 1.220 responden. Survei dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka.

    Populasi survei adalah warga negara yang sudah memiliki hak pilih yakni berusia 17 tahun atau sudah menikah. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling. Margin of error survei ±2,82%. Quality control 20% dari total sampel.

    Berikut hasilnya:

    Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 42,2%

    Ganjar Pranowo-Mahfud Md 28%

    Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 26,7%

    Tidak jawab/tidak tahu 3,1%

    Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas capres-cawapres terbaru periode 10-16 Januari 2024. Pasangan Prabowo-Gibran masih berada di posisi teratas, disusul Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud.

    Survei yang dilakukan usai debat ketiga pilpres ini dirilis pada, Sabtu (20/1) yang lalu. Survei ini melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan sekitar 2,9 % dan tingkat kepercayaan 95%.

    Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menggunakan simulasi surat suara dalam survei ini. Hasilnya Prabowo-Gibran berada pada posisi pertama dengan suara 48,55% sementara Anies-Cak Imin 24,17%, dan Ganjar-Mahfud 21,60%.

    Pilpres memang sudah di depan mata, apakah hasil survei akan terwujud pada Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bahkan semakin menguat melebihi hasil survei, sehingga Pilpres berlangsung satu putaran.

    Atau hasil survei justru hanya perhitungan di atas kertas saja, sementara hasil Pilpres akan diwarnai kejutan kejutan dengan pemenang atau peraih suara terbanyak tidak seperti hasil survei.

    Baca juga :  Mengenang Wartawan Sakti Sawung Umbaran : Menghadap Ilahi Rabbi Selepas Salat Maghrib

    Apakah Pilpres berlangsung dengan satu putaran sebagaimana rilis sejumlah lembaga survei. Atau seperti Timnas Qatar, di lapangan hijau kalah dalam permainan dan kalah dalam menciptakan peluang emas, tetapi hasil akhir menang 3-1 (1-0). Lebih dramatis dan lebih fantastis lagi ketiga gol tuan rumah melalui VAR dengan tendangan pinalti.

    Pelajaran berharga dari Piala Asia di Qatar? Akankah hasil Pilpres juga akan ditentukan dengan hasil akhir dari penguasa kertas suara melalui suara pinalti? Yaitu, suara coblosan langsung ke kertas suara dengan eksekutor direkayasa atau diragukan.

    Dan, apakah Pilpres satu putaran atau dua putaran? Amandemen Undang Undang Dasar 1945 pada Pasal 6A menegaskan sebagai berikut;

    Pasal 6A
    (1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.

    (2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.

    (3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

    (4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

    (5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam undang­undang.

    Mari bersama-sama menjadi saksi sejarah pesta demokrasi 2024 untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, juga DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Hanya perlu dicermati dengan cerdas, apakah suara rakyat terjaga penuh marwah hingga mengantar para juara Pilpres dan Pileg dengan jujur dan adil (Jurdil). Ataukah suara pinalti dari berbagai rekayasa karena intervensi para penguasa kertas suara, menjadi penentu pemenang hasil Pemilu 2024. Kita tunggu! (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : Wartatransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan