Kamis, 29 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoAngka Kecelakaan Kerja di Jatim Terus Menurun

    Angka Kecelakaan Kerja di Jatim Terus Menurun

    MOJOKERTO (Wartatransparansi.com) –  Angka kecelakaan kerja di Jawa Timur dalam kurun waktu empat tahun terakhir terus turun. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansaengajak pelaku usahq , sekror Industri dan dunia kerja untuk membudayaka. Keselamatan san kesehatan kerja demi keberlangsungan usahanya.

    Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal ini ketika memimpin Apel Menyongsong Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2024 di Halaman kantor PT. Ajinomoto Indonesia Jl. Raya Mlirip No. 110 Kab. Mojokerto, Kamis (11/1/2024)

    Bulan keselamatan dan kesehatan kweja (K3) tahun ini sengan tema tema  ‘Budayakan K3, Sehat dan Selamat Dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha.’

    “Kita ingin agar K3 melekat pada setiap individu yang berperan serta di perusahaan. Jik K3 dijalankan dengan baik maka akan berseiring dengan peningkatan produktivitas kerja,” Kata Gubernur Khofifah dalam amanatnya.

    Baca juga :  Isu Kekerasan Antar Pelajar Marak Pemkot Mojokerto Perkuat Peran TPPK

    K3 akan dimulai tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari, kita sehari lebih awal menjemput bulan K3, sebagai pengingat bersama bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus diutamakan.

    Gubernur Khofifah mengatakan menjaga  keberlangsungan usaha dan meningkatkan produktivitas kerja dapat dilakukan dengan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul. Hal tersebut diwujudkan tidak hanya mengusung penyusunan regulasi yang baik di bidang ketenagakerjaan, tetapi juga dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh pihak dalam menerapkan norma ketenagakerjaan.

    “Adanya budaya K3 yang unggul, maka angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan dapat ditekan, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja,” katanya.

    Implementasi program K3 dan kesadaran pekerja terkait K3 dapat dilihat dari semakin meningkatnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Tahun 2021 pesertanya mencapai 3.864.311 orang, tahun 2022 menjadi 4.456.888 peserta, dan tahun 2023 kepesertaannya menjadi 5.074.485 orang.

    Baca juga :  Cegah Banjir Pj. Walikota Bersama PKK dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

    “Ini karena adanya dukungan Pemprov Jatim yang telah menerbitkan regulasi dan mengalokasikan anggaran, peningkatan kepatuhan Pemberi Kerja/Badan Usaha, dan peningkatan _awareness_ masyarakat pekerja, baik formal dan informal terkait pentingnya penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan laporan Tahunan BPJamsostek Kanwil Jatim menunjukkan bahwa tahun 2023 jumlah kasus kecelakaan kerja tersebut terdiri dari kecelakaan di dalam tempat kerja sebanyak 22.443 kasus (56.90%), di luar tempat kerja sebanyak 4.808 kasus (12.20%), dan kecelakaan kerja lalu lintas sebanyak 12.190 kasus (30.90%).

    Sementara tren jumlah pekerja yang meninggal dunia atau fatality akibat kecelakaan kerja di Jatim cenderung menurun sejak 3 tahun terakhir. Yaitu sebanyak 755 fatality di tahun 2021, 516 fatality di tahun 2022 dan menjadi 480 kasus pada tahun 2023.

    Baca juga :  Pohon Tumbang Timpa Warung Jalur Wisata Trawas Tutup Sementara

    Turut hadir Bupati Mojokerto, Bupati Lamongan dan Pj. Bupati Pasuruan, 26 perusahaan penerima penghargaan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, APINDO, KADIN, Ketua Serikat Pekerja, 10 Kadisnaker Kab/Kota, juga Ketua Dewan K3 Provinsi Jawa Timur. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Editor : Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan