Sedangkan untuk wakil U-13 dan U-15, kata Riyadh, masih berlangsung kompetisi di Kediri dan Jember. Dengan harapan proses kompetisi ini sudah mulai memeta pemain dengan bakal dan talenta yang terdeteksi sejak usia dini.
“Dari hasil pemandu bakat di usia dini ini, kita harapan sudah terpetakan pemain-pemain dengan bakal dan skill individu sekaligus didukung kemampuan fisik juga postur tubuh sesuai standar dan kompetensi pemain sepak bola profesional,” tuturnya.
Riyadh menegaskan, proses mencapai pemain profesional, selain bakat dan kemampuan dasar pemain, faktor pelatih, maka kerja sama dengan kampus kampus yang mempunyai laboratorium olahraga sangat penting. “Semoga hasil kompetisi memberikan kontribusi dari Jatim untuk nasional dan prestasi Timnas,” tandasnya. (*)





