IMI Surabaya Tegaskan Latihan Bersama Herex Day di Kenjeran Ilegal, Minta Kegiatan Dihentikan

IMI Surabaya Tegaskan Latihan Bersama Herex Day di Kenjeran Ilegal, Minta Kegiatan Dihentikan

SURABAYA, WartaTransparansi com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya menegaskan bahwa rencana kegiatan latihan bersama (latber) bertajuk Herex Day Vol. 3 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 di Kenjeran Park Surabaya dinilai ilegal karena tidak melalui koordinasi dan rekomendasi resmi dari IMI sebagai induk organisasi olahraga otomotif.

 

Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali mengetahui rencana kegiatan tersebut dari flyer yang beredar luas di media sosial, khususnya Instagram akun President Herex.

“Empat hari lalu saya menerima flyer dari teman-teman media sosial. Setelah kami telusuri, ternyata flyer tersebut berasal dari Instagram President Herex,” kata Samsurin, Rabu (28/1/2026).

Sulit Dihubungi dan Tak Ada Koordinasi Teknis

Samsurin menjelaskan, saat pihaknya mencoba menghubungi kontak yang tertera, respons awal justru berasal dari pesan otomatis. Setelah ditelusuri lebih lanjut, IMI Surabaya akhirnya mendapatkan nomor kontak seseorang bernama Boy yang disebut sebagai koordinator atau panitia.

Dalam komunikasi tersebut, IMI Surabaya menanyakan teknis latihan, pembagian kelas peserta, hingga aspek keselamatan, mengingat dalam flyer tercantum beberapa kategori peserta, mulai dari VIP, reguler, hingga pelajar.

IMI Surabaya Tegaskan Latihan Bersama Herex Day di Kenjeran Ilegal, Minta Kegiatan Dihentikan“Kami sebagai induk olahraga otomotif memiliki kewenangan regulasi nasional. Setiap kegiatan balap atau latihan bersama wajib melalui rekomendasi IMI, demi keselamatan dan kepastian hukum,” tegasnya.

Namun, ajakan untuk melakukan pertemuan dan koordinasi teknis tersebut tidak mendapatkan respons yang jelas. Bahkan, janji pertemuan yang sempat disepakati tidak terealisasi.
IMI Pertanyakan Keterlibatan Pelajar dan Asuransi

IMI Surabaya juga menyoroti serius pelibatan pelajar dalam kegiatan tersebut, terlebih adanya tarif khusus pelajar sebesar Rp125.000 per motor.

Menurut Samsurin, keterlibatan pelajar seharusnya diketahui dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pihak sekolah, serta dilengkapi jaminan keselamatan dan asuransi.