Kamis, 29 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriMengemas Wastra Kediri Menjadi Produk Budaya Unggulan

    Mengemas Wastra Kediri Menjadi Produk Budaya Unggulan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sebagai upaya melestarikan warisan budaya dari nenek moyang Indonesia. Peragaan busana Wastra tampilkan warna-warni cantik busana berbahan tenun ikat dari desainer lokal Kediri.

    Wastra adalah istilah lain yang digunakan untuk kain tradisional Indonesia dan biasanya memiliki arti dan simbol tersendiri. Indonesia mempunyai banyak sekali kesenian tradisional, ada yang terkenal hingga ke mancanegara seperti kain batik, tenun, songket dan lain-lain. Setiap daerah di Indonesia mempunyai kesusastraan tersendiri dengan nama yang berbeda-beda. Wastra merupakan salah satu produk budaya paling mulia dan tertinggi yang dihasilkan dan diwariskan secara turun temurun.

    Dalam peragaan busana yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Pesona Wastra Kediri disemarakkan dengan pertunjukan tari dengan nuansa khas budaya daerah tersebut.

    Baca juga :  Tewasnya Santri di Kediri, Mas Tewasnya Santri dinKediri, Mas Dhito Sampaikan Duka Mendalam

    Dilakukan oleh berbagai model Kabupaten Kediri dan Inu Kirana, berbagai motif batik dan pakaian khas Kabupaten Kediri yang penuh pesona dan cerita tersaji pada Rabu malam, 27 Desember 2023.

    Hal ini menunjukkan wilayah Kediri juga memiliki potensi wastra yang tidak kalah dengan daerah lain. Potensi wastra tersebut jika dikembangkan, tidak hanya akan menjaga wastra tetap lestari juga meningkatkan ekonomi para pengrajin wastra.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo, menyampaikan penyempurnaan pakaian khas Kabupaten Kediri ini agar lebih meningkatkan potensinya, khususnya untuk mengharumkan potensi daerah di tingkat nasional bahkan internasional.

    “Ini salah satu langkah kita untuk menyempurnakan pakaian khas Kabupaten Kediri. Agar bisa lebih dipandang dan mendunia. Cita-citanya pakaian khas Kabupaten Kediri bisa ke level nasional,” ujarnya.

    Baca juga :  Dukung Produksi Darah Berkualitas, PMI Kabupaten Kediri Bakal Jalin Kerjasama dengan BPOM

    Wignyo mengatakan pakaian khas tersebut, akan lebih disempurnakan tanpa meninggalkan motif utama gringsing dan lidah api.

    “Tidak mengurangi arti dari pakaian yang sudah ada. Termasuk warna dan ikat tidak berubah. Tapi ada desain ulang yang lebih cantik,” imbuhnya.

    Lanjut Wignyo, Wastra yang digunakan sendiri tidak hanya akan terpaku pada kain yang digunakan saat ini, tapi juga wastra tenun ikat, yang merupakan wastra khas Kota Kediri.

    Dalam proses penyempurnaan pakaian khas tersebut, turut melibatkan desainer nasional tanah air.

    “Membutuhkan waktu setidaknya tiga bulan,” terangnya.

    Terakhir Wignyo, mengatakan dengan penyempurnaan tersebut, pakaian khas Kabupaten Kediri bisa lebih mudah dipakai dalam berbagai kesempatan.

    Baca juga :  Permudah Akses Layanan Kesehatan Bagi Warga, Mas Dhito Wujudkan Kabupaten Sehat

    “Pakaian khas yang ada sekarang sudah memasyarakat. Dengan penyempurnaan itu nanti diharapkan bisa makin fleksibel. Karena itulah kita sempurnakan,” pungkasnya.

    Sekedar diketahui, di Kabupaten Kediri memiliki pakaian khas Wdihan Kadiri Mapanji (harian pria) dan Ken Kadiri (wanita). Sementara pakaian khas Wdihan Kadiri Satria (pakaian resmi bagi Pria.red) dan Ken Kadiri (pakaian resmi bagi wanita.red) dipakai dalam kesempatan formal.

    Pakaian khas Kabupaten Kediri sendiri wajib dipakai para aparatur sipil negara setiap hari kamis minggu pertama setiap bulannya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan